Menu

Evaluasi untuk Akhir Tahun 2017

Ilustrasi

Ada banyak hal yang patut kita evaluasi dalam mengarungi perjalanan hidup selama 1 tahun ini. Mulai dari kualitas hidup, etos kerja, ibadah, bahkan hubungan antara sesama manusia

Di antara manusia pasti pernah bermimpi menjadi sosok ideal yang kita inginkan, dan biasanya kita menjadikan tahun baru sebagai awal dari perjalanan kita mengubah diri. Lalu dibuatlah daftar resolusi tahun baru dengan mimpi bahwa di tahun berikutnya kita sudah menjadi sosok yang berbeda. Sayangnya banyak dari daftar tersebut tidak terealisasikan di penghujung tahun, bahkan banyak dari pemilik mimpi-mimpi tersebut melupakan soal resolusi mereka setelah berjalannya waktu demi waktu berikutnya, baik dikarenakan kesibukan sehari-hari dengan peran yang dibebankan kepada mereka masing-masing, karena stress atas tekanan hidup atau karena larut dalam kesenangan sesaat alias malas. Akhirnya setiap tahun berulang, ingin menjadi lebih baik, membuat resolusi, tidak tercapai, kemudian ditunda hingga tahun depan. Tanpa terasa usia sudah masuk setengah abad dan tak ada sedikitpun kemajuan yang berhasil kita capai. Jadi jangan jadikan tahun 2018 sebagai tahun kegagalan yang berikutnya.

Perjalanan waktu memang begitu kencang, hampir tak terasa, tahun 2017 akan pergi meninggalkan kita. Tentu banyak hal yang patut kita evaluasi dalam mengarungi perjalanan hidup selama 1 tahun ini. Mulai dari kualitas hidup, etos kerja, ibadah, bahkan hubungan antara sesama manusia. Apapun profesi anda saat ini, yang penting kita pahami adalah bagaimana melakukan perubahan menuju sebuah kemajuan. jika anda seorang karyawan, tentu yang dipikirkan adalah peningkatan etos kerja, jika anda seorang guru, maka harus terus melakukan evaluasi pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan jaman, jika anda sebagai seorang pemimpin, hendaknya mempergunakannya kepada kepentingan khalayak bukan kepentingan pribadi.

Dan masih banyak lagi tentunya yang mesti kita evaluasi dalam mengarungi kehidupan ini, tidak hanya dari segi pekerjaan saja, namun menyangkut kepada seluruh aktifitas manusia di luar pekerjaan. Maka momen akhir tahun ini sejatinya dapat kita jadikan sebagai pembelajaran berharga menuju masa depan yang lebih cerah lagi di tahun baru berikutnya. Jika selama 1 tahun ini kita sudah berhasil, maka bisa untuk meningkatkannya lagi. Jika selama 1 tahun ini kita gagal, maka belajarlah dari kegagalan tersebut, agar tidak lagi terulang pada tahun berikutnya. Artinya sejak dini kita harus siapkan rencana-rencana baru untuk melakukan perbaikan di masa yang akan datang.

Walaupun akhir tahun bertepatan dengan liburan, tetapi jangan kita sampai larut dalam liburan yang panjang, sehingga kita lupa untuk membicarakan rencana-rencana perbaikan, baik dengan keluarga maupun tempat kita bekerja. Maksudnya adalah: rencana dan target yang akan dicapai di tahun yang akan datang serta planning yang sifatnya lebih panjang. Paling tidak, ada tiga hal yang mesti kita evaluasi yang ada dalam diri tiap orang. Pertama adalah untuk pengembangan diri. Hampi setiap orang perlu memikirkan bagaimana caranya agar tahun depan pribadinya menjadi lebih baik, sehat, dan bersemangat. Untuk membuat rencana personal, ada baiknya kita melihat apa yang telah dicapai di masa lalu. Misalnya, tahun depan seseorang ingin mengejar karier tertentu, maka ia perlu melihat bagaimana karier-nya di masa lalu; apakah dia minati di bidang itu, ada peluang atau tidak. Jika ada peluang dan dia punya minat maka segeralah dia membuat planning untuk itu. Tapi kalau tidak ada, baiknya putar kemudi, cari bidang lain.

Kedua, Merajut kembali hubungan keluarga atau orang terdekatnya. Bisa suami, istri, anak, atau orangtua, atau orang-orang yang disayangi. Tiap orang ingin disayangi dan sekaligus menyayangi. Itu sudah tabi’at manusia. Evaluasi untuk orang terdekat dapat dilakukan dengan memberikan hal-hal terbaik bagi mereka. Namun, “hal-hal terbaik” itu tidak harus semuanya hal yang mereka inginkan. Misalnya, anak-anak ingin memiliki ponsel. Tidak selalu harus dituruti. Apalagi jika usianya masih SD. Atau, jika memang hendak dibelikan maka harus diperjelas bagaimana aturan lainnya seperti pada jam-jam tertentu tidak boleh menggunakan ponsel. Jadi, ada aturan yang harus disepakati untuk itu yang semata-mata untuk kebaikan orang terdekat tersebut.

Ketiga, Menjadi orang yang bermanfa’at. Tiap orang pasti ingin bermakna bagi lingkungan sekitar. Bisa untuk sekitar rumah, untuk komunitas, atau untuk organisasi yang diikuti, bahkan juga untuk negara. Keinginan untuk bermakna memang penting sekali dalam psikologi manusia. Manusia sejatinya akan bermakna manakala ia dapat memberikan sesuatu kepada orang lain. Seperti Sabda Rasululloh SAW “Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni ). Maka evaluasi untuk lingkungan sekitar dapat dibuat oleh kita semua dengan memikirkan, “apa kontribusi saya untuk lingkungan di tahun depan?” Kontribusi tersebut sebaiknya berada pada wilayah yang kita bisa, kita senangi, dan kita punya minat besar ke situ. Biasanya kalau kita punya minat besar kita akan punya semangat untuk berkontribusi besar bagi sesuatu tersebut.

Maka dalam mengakhiri tahun ini, sekaligus menghadapi tahun baru 2018, sejatinya kita melakukan hal-hal baru dalam kehidupan. Dengan demkian tahun baru ini akan memberikan persepsi baru bagi kita untuk mengadakan evaluasi diri serta evaluasi terhadap kinerja yang selama ini kurang berhasil. Dengan tahun baru lazimnya harus muncul ide-ide baru untuk bergelut dalam era yang penuh dengan penuh dengan desakan arus budaya asing yang mempengaruhi budaya lokal Indonesia. Menghadapi tahun baru 2018 bukan berarti melupakan masa lalu, bahkan kita perlu melihat ke belakang dalam rangka memperbaiki diri dan melakukan apa yang belum terlaksana. Keduanya harus sejalan. Dalam menyambut tahun 2018 selebihnya kita perlu untuk merefleksi diri yang benar-benar menyeluruh, berkaca kepada satu tahun yang telah kita lewatkan dan optimis melangkah tanpa takut atau pesimis. (*)

 

Oleh; Tantomi Simamora, S.Sos.I

Guru Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) Tapanuli Selatan

Loading...