Menyukseskan UNBK 2018

Bagikan:
Ilustrasi

SEPERTI pelaksanaan UN tahun sebelumnya, pola pelaksanaan UN pada Tahun 2018 ini juga akan dilaksanakan dengan sistem computer based Test (CBT) dan paper based test.

MUHAMMAD IRSAN SIREGAR

Jadi di Tahun Pelajaran 2017/2018, pelaksanaan Ujian Nasional selain menggunakan LJUN (UNKP), juga diselenggarakan pula ujian dengan menggunakan komputer (UNBK) bagi sekolah yang ditunjuk.

Menurut penulis efek yang dirasakan dari pelaksanaan UNBK ini sangat signifikan. Melalui UNBK jelas tampak perubahan yang beragam. Yang tentunya telah menghapus keraguan dan ketakutan akan kecurangan dalam pelaksanaan UN.

Sebagaimana kita ketahui bahwa UN merupakan salah satu bentuk evaluasi pendidikan yang telah diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 “Bahwa evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggara pendidikan”.

Serta kita meyakini pula UN pada intinya merupakan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, sebagai salah satu alat ukur dalam evaluasi pembelajaran di sekolah.

Bagi sekolah yang merasa tak memiliki perangkat sebagaimana yang disyaratkan, mungkin ada benarnya jika tak berani untuk menjembatani para siswa tingkat akhirnya untuk melaksanakan UNBK. Karena memang dibutuhkan persiapan yang matang demi perubahan ke arah ini.

Tapi seperti harapan orang-orang bijak, sesuatu yang baru dan positif akan mempengaruhi kinerja orang-orang selanjutnya. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi sistem pendidikan kita akan maju? Seperti kata pepatah, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Demikan pula yang dilakukan oleh sekolah yang melakukan UNBK.

Karena mau tidak mau, sekolah harus menilik Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Bab IX mengenai standar Nasional Pendidikan pasal 35 yang telah mengatur tentang standar pendidikan yang baik.

Dikatakan bahwa standar pendidikan nasional terdiri atas standar isi, proses, kompetensi, lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Tentu saja UNBK merupakan salah satu bentuk peningkatan sistem penilaian pendidikan yang dilakukan melalui Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Ujian Nasional salah satu bentuk evaluasi. Pun dilakukan UN ini dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan. Lalu, bagaimana teknis pelaksanaan Ujian Nasional berbasis komputer? Tak ada yang berbeda dari kesiapan peserta didik dalam mengikuti ujian sistem ini.

Menyiapkan mental siswa sedini mungkin tetap jadi prioritas. Kaitannya dengan itu ada dua hal yang perlu dilakukan, yaitu menyiapkan mental siswa sendiri dan menyiapkan lingkungan yang memungkinkan akan memengaruhi mental siswa.

Sikap mental yang perlu ditumbuhkan pada diri siswa meliputi dari : sikap jujur, optimis dan percaya diri, kesungguhan, kerja keras, tanggung jawab, dan keuletan. Sikap jujur siswa dan pihak sekolah harus disadari dan diciptakan oleh guru atau pihak sekolah. Penciptaan lingkungan yang mendukung kesiapan mental siswa termasuk hal yang tidak dapat diabaikan.

Pelaksanaan UNBK yang diselenggarakan di sekolah setidaknya telah memberikan warna baru bagi dunia pendidikan umumnya dan bagi peserta didik khususnya. Dari pengamatan penulis, peserta UNBK dalam mengikuti ujian sistem ini lebih menunjukkan disiplin. Peserta ujian lebih berkonsentrasi dan tertib.

Menjawab soal ujian dengan menggunakan sistem ini, peserta ujian dapat mengubah option jawaban dengan cara memilih/mengklik option jawaban lain yang dianggap benar. Jawaban peserta secara otomatis akan berganti dengan pemilihan jawaban yang terakhir.

Hal ini tentu lebih memudahkan peserta karena tak perlu berjibaku menghapus dengan hati-hati karena mengawatirkan lembar jawaban akan rusak atau warna hitam tak mau hilang. Untuk melihat hasil telah berapa soal yang telah terjawab, peserta ujian dapat mengidentifikasi kelengkapan jawaban pada daftar soal di sisi kanan layar monitor. Soal yang belum dijawab ditandai dengan kotak berwarna putih, dan kotak berwarna abu-abu menandai soal yang telah dijawab beserta dengan pilihan jawabannya.

Tentu saja sistem ini pun menuntut ketelitian dan kedisiplinan peserta dalam menjawab soal, karena aplikasi CBT akan berhenti secara otomatis ketika durasi atau waktu tes berakhir. Jika peserta telah selesai mengerjakan soal, peserta dapat memberitahukan pengawas atau proktor yang bertugas dalam ruang ujian. Peserta ujian dapat keluar ruangan ujian jika telah melakukan log out.

UNBK dalam praktiknya memang membutuhkan tenaga yang profesional. Di sinilah peran tenaga pendidik dan kependidikan dilihat kehandalannya. Karakter loyalitas, teliti, disiplin dan pantang menyerah sangat jelas terlihat.

Dalam pelaksanaan hari H misalnya, setidaknya dibutuhkan tiga orang : yaitu teknisi, proktor dan pengawas yang ditunjuk. Teknisi yang dimiliki sekolah penyelenggara memiliki tugas penting. Karena merekalah yang menjalankan sistem aplikasi CBT ini, dan juga menjaga jaringan internet/LAN agar berfungsi dengan baik.

Kemudian peran proktor yang juga ditunjuk sekolah penyelenggara adalah orang yang bertanggung jawab terhadap aplikasi UNBK dan bertugas merilis token/password soal dari pusat dan memberitahukannya kepada peserta ujian. Tanpa peran mereka, dan kerjasama yang baik antara panitia, teknisi, proktor dan pengawas tentu UNBK akan terganggu.

Hasil UN merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan yang masih diharapkan dan dibanggakan oleh berbagai pihak, karena banyak hal yang bergantung di sana. Namun yang terpenting pemerintah dapat melakukan pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua, sebagai standar evaluasi, alat ukur pembanding standar pendidikan kita. (*)

Penulis adalah tenaga pendidik Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid Tapanuli Selatan.

Bagikan: