Dodol Ramai Pesanan Jelang Idul Fitri

Bagikan:
Dodol Panganan

MetroAsahan.com, RANTAU – Jenis panganan ini kerap muncul manakala jelang lebaran Idul Fitri. Dodol, atau kebanyakan orang bersuku Mandailing menyebutnya dengan nama Gulame.

Dahulu, ketika lebaran Idul Fitri bersama varian makanan lainnya, jenis ini jg selalu menghiasi meja-meja tempat hidangan kue di rumah-rumah warga. Seorang warga yang kerap saban tahun di bulan Ramadan membuat dan berdagang dodol adalah Eli Br Harahap.

Katanya, tata cara pembuatan dodol cukup membutuhkan waktu beberapa jam, memasak tepung pulut putih/hitam yang diseduh bersama santan dan dimasak di dalam kuali di atas api yang panas setelah dicampur dengan komposisi gula dan lainnya.

“Di atas api yang dibiarkan terus menyala, adonan terus berkesinambungan diaduk hingga akhirnya kental dan kenyal,” urainya, Senin (12/6).

Setelah matang, kemudian dikemas dalam bungkusan. Ada yang memasukkan ke dalam plastik. “Juga paling sering warga membukusnya ke dalam sumpit (pembungkus dari dedaunan),” tambahnya.

Mengenai citarasa, rata-rata penikmatnya cukup memberikan nilai yang memuaskan untuk sebuah hidangan panganan yang menjadi makanan tradisi jelang lebaran. Mereka, kata dia menyiapkan dodol jika ada pesanan warga dan tetangga lainnya. Dan mengenai tarif harga terbilang murah. Hanya Rp100 ribu per kg. “Atau 4 bungkus ukuran sumpit 250gram. Belum termasuk ongkos kirim untuk ke luar kota,” ujarnya.

Bagi yang berminat memesan dodol dapat menghubungi nomor kontak 0853-6178-8858. (nik/rah)

Bagikan: