Lupa Berapa Utang Puasa? Ini Cara Hitung Bayarnya!

Share this:
Ilustrasi

Karena kondisi tertentu, Anda mesti membatalkan puasa Ramadan. Misal pada perempuan, haid menjadi salah satu hal yang membuat mereka tak bisa menjalankan puasa. Meski begitu, bayar puasa setelah Idulfitri adalah keharusan yang mesti dikerjakan.

Tapi, pada beberapa kasus, banyak juga yang memiliki hutang puasa namun tak ingat berapa jumlahnya. Ini biasanya karena mereka lupa mencatat atau sama sekali tak ingat momen batal puasa tersebut. Lalu, kalau sudah begini, berapa hutang puasa Ramadan yang mesti dibayarkan?

Ustadz M Najmi Fathoni menjelaskan, kalau memang Anda lupa benar-benar lupa berapa utang puasa yang terdahulu, maka yakini dalam diri angka yang pertama kali keluar dari pikiran Anda.

“Kalau hati Anda mengatakan hutangnya sejumlah 10, maka yakini angka tersebut. Jangan kemudian Anda meragukannya lagi. Angka yang Anda yakini itu Insha Allah dianggap menjadi utang Ramadan yang mesti Anda ganti selepas Idulfitri,” paparnya di Jakarta Pusat, belum lama ini.

Lalu, bagaimana kalau selain utang puasa Ramadan yang belum terbayarkan, Anda juga punya utang nazar puasa di masa lampau. Mana yang harus didahulukan, bayar puasa Ramadan atau nazar di masa lampau?

Seperti yang dialami netizen bernama @fizakarnaen Dia menceritakan kalau dirinya punya utang puasa Ramadan di tahun sebelum-sebelumnya, juga punya nazar puasa di masa lampau. Di tahun ini dia mengaku Insha Allah ingin membayar semuanya.

“Aku punya utang puasa yang sampai lupa hitungan persisnya dari akhil balig tapi juga punya nazar puasa yang panjang di masa lampau, setelah Ramadhan ini insha Allah mau serius dibayar, manakah yang harus didahulukan?”

Menjawab pertanyaan yang diajukan Fiza, Ustad Najmi menjelaskan kalau memang di tahun ini dia tetap punya utang puasa Ramadan karena haid, maka utang puasa tahun ini dulu yang dibayar. Kemudian, setelah itu selesai, Fiza bisa membayar utang nazar.

“Nazar itu hukumnya wajib, jadi mesti disegerakan. Tapi, karena tahun ini pun ada batal puasa, maka bayar yang tahun ini. Untuk nazar, kalau lupa hitungannya juga, maka bisa pakai keyakinan hati juga,” jawabnya.

Ustadz Najmi menambahkan, setelah nazar dibayarkan, yang harus dilakukan setelahnya ialah bayar puasa di tahun-tahun sebelumnya. Namun, agar semakin afdol, ada baiknya, sarannya, Fiza membayar fidyah sejumlah utang puasa yang sudah lewat. Ini juga agar semuanya kembali suci.

“Bayar fidyah untuk membayar denda puasa yang belum terbayarkan. Sebab, bagaimana pun ketika masuk Ramadan, sejatinya manusia itu bebas dari utang puasa di tahun sebelum-sebelumnya,” tambahnya. (fim/int)

Share this: