Dimanjakan Pemandangan Bukit Holbung Samosir, Jazz Akan Melebur dalam Musik Batak

Bagikan:
Ilustrasi

MetroAsahan.com, MUSIK Jazz akan menghentak Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah pemusik Jazz dari dalam dan luar negeri akan terlibat dalam Samosir Jazz Seasons 2018.

Even akan digeber di kawasan Pantai Simarjarunjung pada 27 November mendatang. Selain musik jazz, para pengunjung akan dimanjakan pemandangan indah dari Bukit Holbung dan lampu-lampu permukiman di perbukitan.

Para pemusik jazz yang akan meunjukkan atraksinya antara lain Erucakra and C Man, Syaharani and Queenfireworks. Lalu penyanyi jazz pop yang eksis di era 1980-an Dian Pramana Poetra, dan De Professor USU yang berisi para guru besar di Universitas Sumatera Utara (USU).

Erucakra selaku penyelenggara mengatakan, dia bersama bandnya akan menyajikan musik kontemporer. Temanya adalah Sriwijaya kronologi. Di dalamnya terlibat para musisi internasional. Sepereti Rodrigo Parejo flutist asal Spanyol hingga Edward Van Ness, musisi asal Amerika Serikat Edward Van Ness.

Yang paling ditunggu adalah peleburan musik jazz ke dalam musik Batak. Erucakra mengaku sudah menyiapkan pertunjukan ini sejak lama. Dia ingin memasukkan jazz ke dalam musik Batak yang khas.

Musisi yang sudah berkiprah sejak 1989 silam itu sudah melakukan banyak penelitian untuk memastikan Jazz bisa mengadopsi musik Batak. “Memang ada kesulitan. Untuk mengadopsi musik Batak. Kami benar-benar harus tetap menjaga originalitasnya. Jadi berbeda dengan arransemen,” kata Eru di Kota Medan, Senin (22/10).

Di Samosir Jazz Season 2018, Eru dan bandnya akan menunjukkan atraksi Hasapi dan Serunai asal Simalungun yang dikemas dalam jazz. Eru memang orang yang dikenal cukup berani. Dia keluar dari jazz beraliran mainstream. Sehingga dia cukup berani mengadopsi berbagai instrumen dari daerah, khususnya di Sumatera Utara.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon menjelaskan, perhelatan musik Jazz adalah rangkaian Horas Samosir Fiesta. Ini adalah kegiatan kesembilan dari sepuluh even hingga akhir tahun mendatang.

“Target kami mendatangkan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara. Karena untuk Danau Toba, pemerintah kan punya target satu juta wisman,” ujar Rapidin.

Ini adalah kali kedua Samosir Jazz Season digelar. Tahun sebelumnya, penontonnya mencapai 15 ribu orang. Sehingga even digelar rutin karena memberikan efek positif terhadap pariwisata.

Terpisah, Direktur Keuangan, Umum, dan Komunikasi Publik Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) John M Situngkir menegaskan, pihaknya juga mendukung even tersebut. Apalagi target mereka yang ingin membangun Danau Toba menjadi bertaraf internasional. “Kami tetap komitmen untuk mendukung program yang dilakukan untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara,” tandasnya.(pra/jpc/ma)

Bagikan: