Pria Ini Hilangkan Jejak Usai Menghabisi Korban

Bagikan:
Adegan ketika Anas membakar mayat Wahyu yang diperankan polisi di kebun tebu, Kandat dalam rekonstruksi.

MetroAsahan.com – Satreskrim Polres Kediri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Achmat Wahyu Sobirin (26), penjaga rental play station (PS) Jimbun, Desa Pule, Kecamatan Kandat, kemarin. Dalam reka ulang ini terungkap, aksi M Ubaitul Anas (24) tersangka asal Dusun Ngadirejo, Desa Dukuh, Ngadiluwih, menghabisi korban secara sadis.

Rekonstruksi berada di empat lokasi. Yakni di Polsek Kandat, rental PS, rumah Anas, serta ladang tebu tempat jasad Wahyu ditemukan di Desa/Kecamatan Kandat. Kegiatan ini dihadiri jaksa dan pengacara tersangka. “Rekonstruksi ini dilakukan untuk mengetahui fakta yang sebenarnya,” kata Kasatreskrim AKP Hanif Fatih.

Dalam reka adegan, terkuak Anas membunuh penjaga rental asal Mondo, Mojo, itu dengan memukuli kepala dan wajahnya. Ketika korbannya tak berdaya, dia sempat memegang denyut nadinya. “Ini untuk memastikan apakah masih hidup atau tidak,” jelas Fatih.

Semua terekam dalam adegan ke-19, sebelum jasad dibakar agar tidak terlacak polisi. Anas pun sempat melepas celana training Wahyu dan mengambil handphone (HP)-nya. Kedua barang bukti (BB) ini dibuang ke ladang tebu, tapi agak jauh dari TKP penemuan mayat.

Adegan berikutnya, Anas pergi ke rental PS. Dia naik sepeda motor Jupiter merah milik Wahyu. “Semua barang korban dimasukkan tas, termasuk pakaian yang ada di rental Juventus PS,” ungkapnya.

Barang-barang yang diambil adalah HP Xiaomi Redmi 4A, dompet berisi SIM C dan STNK Wahyu, uang Rp 1,8 juta, PS-3 merek Sony, serta pakaian. PS-3 dimasukkan tas ransel merah. Barang lainnya di ransel hitam.

Yang menarik, Anas sempat pulang ke rumahnya. Dia menemui Sundari, istrinya. Lalu minta agar dibelikan bensin. Saat sang istri pergi itulah, Anas membakar BB dompet, buku catatan Juventus PS, dan pakaian Wahyu, juga pakaiannya sendiri di dapur.

Selanjutnya, Anas pergi membawa bensin yang ternyata digunakan untuk membakar mayat Wahyu. Setelah itu, dia menyembunyikan PS-3 di ladang tebu. Kemudian, membawa sepeda motor Wahyu ke rumah Pagi Santoso, orang yang diutangi Anas. Kendaraan itu lalu dijual pada M. Farid Gozali seharga Rp 1,05 juta. Sementara HP diberikan pada isterinya. Dijual laku Rp 800 ribu.

Seperti diberitakan, Anas sejatinya telah diamankan polisi dan diinterogasi pada Rabu tanggal 31 Januari lalu. Namun, dia belum mengaku. Hingga akhirnya polisi menemukan bukti kuat, Anas pun ditetapkan tersangka sepekan kemudian. Dia adalah orang terakhir yang bertemu Wahyu di rental PS.

Sebelumnya, mayat Wahyu ditemukan pencari rumput di kebun tebu Kandat, Rabu (24/1) sore. Tubuhnya gosong terbakar, mulai kepala hingga bawah kemaluan. Selain itu, celananya melorot. Barang-barangnya, termasuk sepeda motor hilang. (jpg)

Bagikan: