Menu

8 Mahasiswa Nyabu Mengisi Waktu Kosong Kuliah

Para mahasiswa ditangkap nyabu.

MetroAsahan.com – Delapan mahasiswa diamankan karena kedapatan memakai narkoba jensi sabu. Mirisnya, mereka melakukannya hanya untuk mengisi waktu kosong kuliah. Direktur Ditresnarkoba Polda DIY, Kombes Wisnu Widarto mengatakan, kedelapan mahasiswa ini ditangkap terpisah.

Pertama aparat kepolisian mengamankan lima mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) asal Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni LPM (24), HZJ (23), JS (20), AS (20), dan WO (22).

Kelimanya ditangkap pada 10 April lalu di sebuah kos di Kledokan, Gang 5 nomor 7, Caturtunggal, Depok, Sleman. Kemudian sisanya adalah berinisial EPP (20), DA (22), dan AKD (22) yang juga berasal dari NTB ditangkap di lokasi yang sama selang sehari kemudian.

“Atas informasi dari masyarakat kemudian kami kembangkan. Diketahui di kos-kosan itu digunakan memakai narkoba secara bersama-sama. Ada yang untuk mengisi waktu kosong, dan coba-coba,” katanya dalam jumpa pers di Mapolda DIY, Rabu (16/5).

Dari pemeriksaan terhadap para pengguna, mereka menggunakan sabu dengan berat 0,5 gram. Dibeli seharga Rp 600 ribu dengan cara memesan ke seorang kurir melalui Short Message Service (SMS).

Dari penangkapan itu pihak kepolisian mengamankan beberapa barang bukti. Seperti rokok, hanphone, pipet, jarum suntik, dan beberapa alat pemakai sabu. Mereka dijerat dengan pasal 112 (1) sub pasal 114 (1) UURI  nomor 36 th 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Semuanya pemakai, memenuhi syarat direhab. Tapi kami kenai pasal. Tim asessement mengungkapkan kemungkinan terindikasi ada jaringan,” katanya. AKD (22) satu-satunya mahasiswi yang ikut dalam penggunaan sabu secara bersama mengaku, baru sekali itu menjadi pemakai. “Ikut saja, diajak teman karena sudah dekat,” ucapnya. (jpg/nt)

Loading...