Hari Ini SKB Mulai Digelar, Jangan Percaya Iming-iming Siapapun

Bagikan:
Ilustrasi

MetroAsahan.com – RASA penasaran peserta Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2018 terkait kapan pelaksanaan ujian seleksi kompetensi bidang (SKB) akhirnya terjawab. Ujian SKB akan berlangsung selama satu minggu, mulai hari ini, Sabtu (8/12) sampai Jumat (14/12) pekan depan.

“SKB sebenarnya sudah jalan. Seperti di kantor kami itu formasi Kemenkumham sudah. Sabtu (hari ini, red) akan dimulai untuk seluruh formasi pemda se Sumut,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan, English Nainggolan kepada Sumut Pos (Jawapos Grup), Kamis (6/12).

Sepengetahuan dia, pada hari pertama pelaksanaan ujian SKB untuk Pemda se-Sumut akan dimulai dari formasi instansi Pemerintah Kota Tanjungbalai. Namun secara rinci, English tidak mengingat persis, karena tidak memegang data daftar jadwal ujiannya.

“Jadi pada Sabtu besok itu, ujian dilakukan di Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Medan. Termasuk juga untuk formasi pemerintah provinsi,” katanya.

English menyebutkan adapun total peserta yang mengikuti SKB pada seluruh Pemda di Sumut sebanyak 12 ribu orang. Jumlah tersebut sudah termasuk peserta yang lulus melalui sistem perangkingan pada fase seleksi kompetensi dasar (SKD).

“Untuk itu kan sudah diumumkan. Seluruh peserta pada SKD, lalu yang gagal lulus passing grade akan digabung dengan peserta yang masuk sistem rangking. Itu diumumkan langsung di website masing-masing instansi dan portal SSCN. Begitupun dengan yang mandiri, juga telah diumumkan,” katanya.

Pihaknya juga mengingatkan agar seluruh peserta mempersiapkan diri secara maksimal, datang ke lokasi ujian tepat waktu dan fokus selama ujian berlangsung.

“Hal itu penting. Yang selalu kami tekankan adalah jangan gampang percaya dan terkecoh dengan iming-iming dari siapapun yang dapat membantu meluluskan Anda. Sebab semua penilaian dilakukan dengan teknologi, dan skornya dapat dilihat langsung selesai peserta menjawab soal. Jadi gak ada yang bisa dimanipulasi,” ujarnya.

Ia juga membenarkan dalam SKB tidak memakai passing grade seperti di fase SKD. Hanya saja dalam penentuan kelulusan peserta nantinya, ada standar persentase yang diterapkan dari kedua tahapan tersebut.

“Ya, gak ada lagi passing grade. Tapi nanti nilainya digabung dengan SKD. Ada bobot nilainya. Kalau saya gak salah, SKD itu 40 persen dan SKB 60 persen. Skornya itu dihitung berdasarkan akumulasi soal yang ada,” pungkasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Kaiman Turnip mengaku pihaknya belum juga mendapat informasi pengumuman jadwal SKB untuk instansi mereka. Kata dia, informasi itu biasanya akan disampaikan langsung ke peserta melalui surat elektronik (e-Mail) maupun portal masing-masing instansi.

“Peserta kami harapkan sering-sering mengecek portal BKN maupun instansi sesuai formasi yang diambil. Sebab kalau ada pemberitahuan terbaru akan disampaikan langsung di situ,” katanya.

1,5 Juta Pelamar Umum Diluluskan Ikut SKB CPNS Serentak

Tim Pelaksana Panselnas akan menyelenggarakan pelaksanaan seleksi kompentensi bidang (SKB) CPNS 2018 serentak sedikitnya di 59 titik lokasi (tilok).

Menurut Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan, pelaksanaan SKB tersebut rencananya akan diselenggarakan terhitung 8-15 Desember 2018.

“Sebaran tilok tersebut terbagai dalam wilayah kerja 14 Kantor Regional BKN dan Kantor Pusat BKN Jakarta,” kata Ridwan di Jakarta, Jumat (7/12).

Peserta SKB CPNS 2018 tersebut didominasi pelamar umum sebanyak 1.574.871 dan pada urutan kedua pelamar dari jalur khusus eks tenaga honorer K2 sebanyak 4.554.

Jumlah tersebut, kata Ridwan, merupakan akumulasi hasil rekonsiliasi data hasil SKD dengan mekanisme Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 37 Tahun 2018 dan PermenPAN-RB Nomor 61 Tahun 2018.

Adapun rincian peserta pelamar umum yang sesuai PermenPAN-RB 37/2018 sebanyak 159.034 orang. PermenPAN-RB 61/2018 sebanyak 1.733.905. Akumulasi PermenPAN-RB 37 dan 61/2018 sebanyak 1.574.871 orang.

Sedangkan untuk eks tenaga honorer K2 sebanyak 2.262 yang sesuai PermenPAN-RB 37/2018, 6.816 orang sesuai PermenPAN-RB 61/2018, dan akumulai dua PermenPAN-RB sebanyak 4.554.

Ridwan menambahkan, Panselnas CPNS 2018 telah menandatangani MoU dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk pengamanan rangkaian pelaksanaan seleksi CPNS baik fisik maupun sistem.

Polri juga berkomitmen untuk melakukan cegah tangkal terhadap upaya-upaya yang bertujuan menganggu kelancaran pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS ini.

“Dengan demikian, segala bentuk kecurangan dan gangguan akan disikapi Secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (SPG/esy/jpnn/ma)

Bagikan: