Ma’ruf Amin Difitnah, Sekjen PDIP: Ada Oknum yang Coba ‘Bermain’

Bagikan:
Paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

MetroAsahan.com – MARAKNYA fitnah belakangan ini membuat Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto geram. Ia mengaku tak habis pikir terhadap pihak yang rela melakukannya.

Bahkan sosok cawapres seperti Ma’ruf Amin yang notabene berlatar belakang ulama, kerap ikut diserang. Yang teranyar adalah foto editan Ma’ruf mengenakan seragam Santa Claus alias Sinterklas.

Hasto berharap sifat welas asih masih tertanam di benak setiap warga negara. Sehingga jalannya pesta demokrasi 2019 tetap terjaga marwahnya, serta peradaban rakyat Indonesia bisa semakin maju.

“Jangan hanya gara-gara pemilu lalu berubah peradaban kita sehingga sosok ulama yang dihormati pun difitnah. Fitnah adalah tindakan keji, membunuh nilai kemanusiaan dan cermin merosotnya peradaban politik kita”, ujar Hasto kepada wartawan, Jumat (28/12).

Lebih lanjut anak buah Megawati Soekarnoputri itu menilai ada oknum yang bermain di balik maraknya fitnah belakangan terutama fitnah yang kerap diarahkan kepada Ma’ruf. Ia menduga oknum ini tidak senang dengan perpaduan lengkap pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

“Masa sosok seperti Maruf Amin yang telah dipilih Presiden Jokowi sebagai cawapres juga difitnah. Ini bukan kebetulan. Pasti ada kekuatan yang tidak senang melihat kekompakkan nasionalis dan agamis dan nasionalis, di mana keduanya tidak terpisahkan,” jelasnya.

Meski demikian, Hasto percaya jika rakyat Indonesia masih memiliki hati nurani. Dia yakin rakyat tidak akan memilih pemimpinnya secara sembarangan. Ia pun berharap fitnah seperti Majalah Obor Rakyat di Pilpres 2014 hingga hoax Ratna Sarumpaet tidak lagi terjadi di Pilpres 2019. Pasalnya rakyat tidak suka dengan berbagai macam bentuk fitnah.

Si sisa 3 bulan masa kampanye, tim kampanye Jokowi-Ma’ruf menegaskan tetap setia pada komitmen awal untuk menjadikan Pemilu sebagai kontestasi gagasan atas dasar rekam jejak. “Jadi mau pilih pemimpin dengan rekam jejak yang baik atau buruk?,” pungkas Hasto. (jpg/ma)

Bagikan: