8 Kg Daun Khat Asal Etiopia Dikirim Via Pos

Share this:
Tersangka dan barang bukti diapit Kasat Narkoba AKP Adi Haryono SH serta Personel Sat Narkoba Polres Tanjungbalai. (Muhammad Gani)

TANJUNGBALAI– Kepolisian Resor (Polres) Tanjungbalai mengamankan 8 kilogram narkotika jenis daun khat asal negara Etiopia, Jumat (17/5).

Selain barang bukti, petugas juga mengamankan seorang laki-laki bernama Hadanuddin (47) warga Jalan Singai Pamali, Lingkungan IV, Kelurahan Muara Sentosax, Kecamatan Sungai Tualang Raso.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengatakan, kasus ini terungkap berdasarkan informasi dari Dit Res Narkoba Polda Sumut tentang adanya paket mencurigakan dari negara Etiopia menuju Tanjungbalai yang dikirim melalui Kantor Pos.

Berdasarkan arahan dari Dit Res Narkoba Polda serta koordinasi dengan pihak kantor Pos, sekitar pukul 09.30 WIB diamankan seorang laki-laki yang menjemput paket diduga narkotika bernama Hasanuddin.

Saat itu, dari tersangka juga disita 1 buah karton berisi empat bungkus plastik besar berisi diduga narkotika jenis cathynone (daun khat) dengan berat kotor sekitar 8 kg. Selanjutnya tersangka dan barang bukti akan diserahkan ke Dit Res Narkoba Polda Sumut.

Bisa Menyebabkan Kecanduan

Khat adalah tanaman yang berasal dari negara-negara Arab dan Afrika Timur. Daun dan batang tanaman Khat sering digunakan sebagai obat dengan cara dikunyah atau diseduh seperti teh. Daun khat dipercaya bisa menjadi obat beberapa penyakit, seperti Anti depresi, Mudah lelah, Obesitas, Bisul pada perut, Meningkatkan rasa senang, dan Meningkatkan gairah seksual pada pria.

Namun, akhir-akhir ini daun khat ditetapkan sebagai salah satu jenis narkoba terbaru dan sudah mulai banyak ditemukan di Indonesia, loh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkan tanaman khat sebagai obat yang bisa menimbulkan kecanduan pada orang-orang yang mengonsumsinya.

Oleh sebab itu, BNN telah melarang untuk mengonsumsi bahkan mengembang biakkan tanaman khat. Khat mengandung stimulan yang mirip dengan amfetamin.

Selain menyebabkan kecanduan fisik, kamu perlu berhati-hati juga karena khat juga bisa menyebabkan kecanduan psikologis. Kecanduan fisik yang mudah diamati, seperti: Insomnia, Mudah lelah, Tekanan darah tinggi secara tiba-tiba, Detak jantung cepat, Mudah berkeringat, Radang pada kerongkongan dan perut, Masalah pada gusi, Sesak nafas, Migrain, Pendarahan pada otak jika kamu sering mengonsumsinya, Kerusakan pada hati, dan Impotensi.

Sedangkan kecanduan psikis meliputi; Perubahan mood secara tiba-tiba, Hiperaktif, Mudah cemas, Paranoid, Sulit konsentrasi, serta lebih banyak berbicara dibandingkan sebelumnya.

Oleh karena itu, khat sangat dilarang untuk dikonsumsi khususnya untuk kamu yang sedang hamil dan menyusui, menderita diabetes dan penyakit kronis lainnya. Jika kamu mengonsumsi saat hamil, maka bisa menyebabkan resiko melahirkan bayi prematur. Kandungan zat kimia aktif bisa masuk ke dalam ASI kamu dan mempengaruhi perkembangan bayi. Jika kamu sedang menderita diabetes, khat bisa menurunkan nafsu makan dan menaikkan kadar gula darah kamu.

Sampai saat ini, belum diketahui dosis yang tepat untuk mengonsumsi tanaman khat. Perlu diingat bahwa obat-obatan alami gak selalu aman untuk dikonsumsi dan dosis sangat penting untuk diketahui. Pastikan kamu konsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya karena bisa tergolong tindakan ilegal dan membahayakan kesehatan kamu juga. (Cr-04/hdc/int)

Share this: