Menu

Pengerjaan Proyek Jembatan Bailey Mutiara-Kedai Ledang Terancam Tak Kelar

Perdana Ramadhan
Teks Foto Pekerjaan jembatan Bailey yang menghubungkan antara kelurahan Kedai Ledang dan Mutiara yang diprediksi tidak akan selesai dalam tahun ini.

MetroAsahan.com, ASAHAN – Pembangunan jembatan bailey (rangka baja ringan) yang menghubungkan antara kelurahan Mutiara dan Kedai Ledang Kecamatan Kisaran Timur diperkirakan selesai melebihi batas waktu masa anggaran. Pasalnya proyek senilai Rp7,5 miliar itu bersumber dari dana APBD tahun 2017.

Pantauan wartawan, hingga Rabu (13/12) sejumlah pekerja terlihat melakukan pemasangan pondasi cor beton. Diperkirakan proses tahapan pengerjaan kurang dari lima puluh persen, sedangkan batas waktu masa anggaran tinggal dua minggu lagi sebelum tanggal 31 Desember 2017.

Sayangnya di lokasi pekerjaan, tidak terlihat papan informasi proyek. Namun data dihimpun dari website layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Asahan, proyek konstruksi yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui proses lelang ini dikerjakan oleh PT Bukit Zaitun.

Hidayat Nasution anggota DPRD Asahan dari komisi C mengingatkan, menjelang akhir tahun segala bentuk pengerjaan proyek pembangunan sudah harus diselesaikan. Jika rekanan tidak dapat menyelesaikan pembangunan sampai batas waktu maka sangsi administratif dan denda siap untuk diberikan.

“Lewat dari batas waktu yang ditentukan atas pekerjaan di tahun tunggal yang dianggarkan, rekanan dapat di black list konsekuensinya mereka tidak dapat mengikuti tender proyek pada tahun selanjutnya,” kata Hidyat.

“Karena di dalam kontrak dokumen itu sudah jelas kapan dimulai dan berakhirnya masa pengerjaan pekerjaan itu. Jadi, apabila menyalahi dari itu, maka itu sudah melanggar kontrak kerjanya,”ungkapnya.

Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 70 Tahun 2012 dan Perpres Nomor 4 Tahun 2015. Maka, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bisa memutuskan kontrak secara pihak karena dianggap lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya atas sisa pekerjaan yang belum selesai dilelangkan kembali pada tahun berikutnya.

Tidak hanya pekerjaan konstruksi jembatan bailey yang menghubungkan antara dua kelurahan, proyek pengerjaan peningkatan jalan menuju jembatan bailey di Kelurahan Mutiara yang berbiaya Rp2,5 miliar ini juga terlihat hampir bernasib serupa.

Sebelumnya, pembangunan jembatan ini merupakan janji Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang kepada masyarakat khususnya di kelurahan Kedai Ledang. Usai terpilih dan meresmikan operasional kios pasar Bhakti usai direnovasi pada tanggal 6 Juli lalu, Taufan mengatakan kepada masyarakat bahwa jembatan akses penghubung jembatan tersebut akan rampung tahun ini. Sehingga masyarakat dari Kelurahan Kedai Ledang bisa berbelanja sembako di pasar Bhakti.

Selama ini masyarakat di dua daerah tersebut mengandalkan transportasi rakit (getek) untuk penyebrangan. “Semoga harapan masyarakat untuk menikmati hasil pembangunan jembatan ini yang dijanjikan Pemkab Asahan bisa segera terwujud,” harap Azhar warga kota Kisaran kepada wartawan. (Per/syaf)

Loading...