Menu

Hari Pers Nasional ke-32 Tahun di Wilayah Pantai Timur Stop Berita Hoax

Wali Ridho Pohan

MetroAsahan.com – Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari menjadi momentum melawan berita bohong atau hoax. Fenomena hoax saat ini tidak hanya dihadapi di wilayah Pantai Timur yang meliputi Asahan, Labuhanbatu, Labura dan Labusel, namun juga di sejumlah daerah di Indonesia bahkan negara.

Hoax adalah bentuk satu fitnah yang semakin banyak terjadi belakangan ini khususnya di media sosial (medsos). Dalam rangka memperingati HPN tahun ini, segenap elemen masyarakat ikut andil. Salah satunya Tokoh Pemuda Labuhanbatu Wali Ridho Pohan.

Menurut Ridho, di tengah arus informasi yang cukup luas tanpa batas, terkadang dengan kebebasan tersebut banyak orang yang menyalahgunakan media. Untuk itu, pers dituntut dan diandalkan perannya sebagai perisai penjaga dari informasi yang menyesatkan atau berita hoax dan bahkan dapat menimbulkan perpecahan.

“Di tengah arus informasi yang cukup luas, peran pers ibarat Perisai penjaga yang melindungi kita dari informasi yang sesat atau hoax dan perpecahan,” kata Ridho.

Pers saat ini menghadapi tantangan yang berat dalam deras dan luasnya informasi yang cepat beredar. Dalam konteks ini, pers dituntut bekerja cepat, tanggap, sekaligus akurat.

“Gempuran informasi di media sosial harus disikapi secara bijak oleh teman-teman pers,” kata Maneger Band BlackCurrant itu.

Selain itu, polarisasi politik masyarakat yang semakin mengental yang mengakibatkan masyarakat hanya mau menerima informasi yang sesuai dengan selera dan pandangan politiknya. Tak peduli apakah informasi itu sesuai fakta atau hoax. Begitu juga untuk Dunia Music Khusunya di Labuhanbatu.

“Karenanya, pers berperan penting sebagi pemecah kebekuan politik yang makin mengental di masyarakat. Meski begitu, pers harus tetap kritis terhadap segala hal yang tidak memihak kepada kepentingan masyarakat,” ujar Ridho. (zas)

Loading...