Menu

Kesadaran Masyarakat Urus IMB Masih Rendah

Ilustrasi.

MetroAsahan.com, KISARAN – Maraknya pembangunan kawasan pemukiman baik gedung maupun perumahan di Kota Kisaran maupun Kabupaten Asahan ternyata tidak sebanding dengan penerimaan pajak ataas retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Hal tersebut tampak dari rendahnya realisasi penerimaan retribusi IMB dari bulan Januari hingga Agustus 2018 yang tercatat dalam laporan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Asahan.

Data yang berhasil dihimpun oleh wartawan, realisasi penerimaan retribusi IMB dari Januari hingga 3 Agustus 2018 hanya mencapai Rp 42.671.250 dari Rp 400.000.000 yang ditargetkan atau baru sekitar 10,67 persen.

“Iya memang baru 10 persen pencapaiannya. Ini juga disampaikan kepada masyarakat bahwasannya pembayaran pajak IMB itu sangat penting sebagai penyumbang pembangunan di Kabupaten Asahan kedepannya,” kata Kabid Komunikasi Media Cetak, Arbin Tanjung kepada sejumlah wartawan, Senin (13/8).

Namun demikian, Pemkab Asahan tetap optimis hingga akhir tahun nanti target sebesar 400 juta dari penerimaan pajak bersumber dari IMB tersebut dapat tercapai demi lancarnya masukan kas daerah.

“Karena saat ini Bupati Asahan sudah memerintahkan lurah, kades, camat dan instansi terkait untuk mengejar realisasi pencapaian PAD dari IMB,” tambahnya.

Ia menjelaskan, tidak setiap saat masyarakat mendirikan bangunan. Menurutnya, pada kondisi perekonomian nasional yang saat ini melambat, masyarakat justru banyak yang menunda untuk mendirikan bangunan.

“Apalagi rupiah saat ini sedang terpuruk. Sudah banyak kontraktor yang menunda pembelian bahan bangunan karena harganya meroket. Ini juga cukup mempengaruhi perolehan retribusi IMB kita saat ini,” ujar Arbin.

Pemkab Asahan juga menghimbau kepada masyarakat dan perusahaan yang akan mendirikan gedung bangunan baru dapat melaporkannya ke Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

“Masyarakat atau perusahaan yang sudah wajib mengurus IMB agar segera mendatangi kantor dinas terkait, agar tidak mendapatkan sangsi dikemudian hari,” pesannya. (per/ma)

Loading...