Bapak Dibunuh, Lalu Dia & Mamak Bawa Kabur Kreta

Bagikan:
Jenazah korban saat tiba di kamar mayat RSUD HAMS. (Perdana Ramadhan / Metro Asahan).

MetroAsahan.com, ASAHAN – Meninggalnya RS (55) yang diduga dibantai selingkuhan istri membawa duka mendalam bagi keluarga khususnya anak korban berinisial NY (19).

NY menceritakan, meninggalnya korban ternyata berawal dari kerinduan adiknya YF (3) kepada sang ibu, Sus (40), istri korban.

Menurut NY, korban sudah dua kali menikah. Setelah istri pertamanya meninggal karena sakit, korban kemudian menikah lagi dengan Sus. Sedangkan NY dan FY adalah anak dari Sus.

“Sebenarnya Bapak sudah tak peduli lagi sama mamak. Karena dia (mamak) sudah dua tahun kek gini. Tapi bapak tetap sabar,” kata NY sambil menggendong adiknya yang masih berusia tiga tahun di Mapolsek Prapat Janji usai dimintai keterangan oleh penyidik di polsek setempat.

Jauh hari sebelum peristiwa naas itu terjadi, korban selalu berpesan kepada tiga anaknya dari istri pertama (saudara tiri NY) agar tidak meniru sikap istrinya (Sus, red). ”Sebelum meninggal bapak sering pesan sama kami untuk tidak mengikuti sikap mamak,” kata NY lagi.

Menurut NY, awal pertemuan maut pagi itu, kala adiknya FY sudah lama ingin bertemu dengan ibu mereka. Kemudian korban yang tak sanggup melihat anak bungsunya terus meminta bertemu ibunya, lalu berusaha mencari tahu tempat tinggal dan alamat sang ibu.

Puncaknya, pagi itu, korban bersama NY dan FY menemukan kontrakan Sus di Kampung Aek Polan, Kecamatan Buntu Pane. Sekitar pukul 06.30 WIB mereka sampai di kampung itu. Namun pertemuan itu malah membuat korban dan MS (terduga pelaku, red) terlibat adu mulut yang berujung duel maut dan mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Bapak ditikam di depan mata kami. Setelah dia menghabisi Bapak, kami dikejarnya sambil bawa pisau. Aku langsung gendong adikku lari sekencang-kencangnya,” aku NY.

Berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan warga, NY dan adiknya lolos dari maut. Setelah memastikan korban sudah tak bernyawa, pelaku MS kemudian kabur bersama wanitanya (Sus) dengan mengendarai sepedamotor yang sebelumnya digunakan korban mendatangi rumah pelaku.

“Sudah dibunuhnya Bapak. Kereta kami pun dilarikannya. Adikku sampai shock dan nangis terus kalau lihat orang,” kata NY lagi.

Terpisah, Kapolsek Prapat Janji AKP Nasib Manurung saat ini masih mengumpulkan keterangan dan saksi-saksi. Pihaknya juga terus memburu MS yang disebut menikam korban hingga tewas sampai kehabisan darah.

“Pelaku masih dalam pengejaran. Mohon doanya. Mudah-mudahan cepat tertangkap,” kata Kapolsek. (per/des/ma)

Bagikan: