2 Oknum ASN Terlibat OTT

Bagikan:

MetroAsahan.com, KISARAN – Dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masing-masing bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Satpol PP Pemkab Asahan terlibat Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Asahan, Selasa (4/12) siang.

Mereka adalah berinisial LS seorang PNS wanita yang menjabat sebagai Kasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Disdukcapil dan LS yang menjabat sebagai Plt Kasi Pencegahan di Satuan Polisi Pamong Praja.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya,” kata Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu melalui Kasat Reskrim Ricky Pripurna Atmaja SIK saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/12).

Informasi dihimpun OTT dilakukan setelah Tipikor mendapatkan informasi dari masyarakat setelah adanya kutipan untuk biaya pengurusan kartu keluarga, KTP dan akta kelahiran bagi masyarakat yang seharusnya gratis di Disdukcapil Asahan.

“Kami mendapatkan informasi adanya pungutan yang dibebankan kepada masyarakat untuk urusan itu di Disdukcapil,” kata Kasat.

Menanggapi laporan itu, Kapolres Asahan mengeluarkan informasi penyelidikan dan memerintahkan anggotanya untuk memantau hingga dilakukannya operasi tangkap tangan di Disdukcapil Asahan.

Di sana LS terbukti melakukan pengutipan sejumlah uang sebesar Rp800 ribu untuk pengurusan berkas administrasi kependudukan. Dia langsung diamankan oleh polisi dan dibawa ke Mapolres Asahan berikut sejumlah barang bukti berkas kependudukan yang sudah dibuatnya.

“Barang bukti yang diamankan uang senilai Rp800 ribu. Satu lembar fotokopi kartu keluarga, fotokopi formulir F101, surat keterangan kelahiran dan buku nikah,” ungkap Kasat lagi.

Disaat yang bersamaan pula, satu tim yang ditugaskan untuk menyelidiki di Satpol PP turut diamankan LS (39) yang sedang mengutip uang sebesar Rp3 juta dari masyarakat sebagai biaya jasa untuk pemakaian mobil pemadam kebakaran kepada warga.

Selain mengamankan uang tunai sebesar Rp3 juta juga diamankan surat permohonan pemakaian mobil pemadam kebakaran dan perjanjian kerjasama.

Saat ini kasus tersebut tengah didalami di Mapolres Asahan dan berkoordinasi dengan Diskrimsus Polda Sumut dan akan menerapkan Pasal 12 A UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor. (per/ma)

Bagikan: