ASN di Labuhanbatu Tidak Bolah Pakai LPG bersubsidi

Bagikan:
Operasi pasar LPG 3 Kg di Kota Rantauprapat beberapa waktu lalu untuk mengatasi kelangkaan gas bersubsidi di masyarakat. (Bangun Hasibuan/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, Labuhanbatu – Plt Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi menegaskan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) d ilingkungan pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk tidak mengunakan LPG 3 Kg.

Imbauan yang dipertegas melalui surat edaran tersebut disampaikan terkait kelangkaan Gas Liquefied Petrolium Gas (LPG) 3 kg di Labuhanbatu.

Kabag perekonomian Labuhanbatu Gargaran Siregar kepada Metro Asahan Rabu (5/12) mengatakan bahwa Plt Bupati labuhanbatu sudah menandatangani surat edaran tanggal pada 3 Desember 2018, Nomor / 500 / 5046 / Ekon / II / 2018 Tentang Pengunaan LPG bersubsidi 3 Kg.

Mengacu pada peraturan Presiden No 104 tahun 2007 tentang penyediaan, Pendistribusian dan penetapan harga Liquefied Petrolium Gas ( LPG ) bersubsidi tabung 3 Kg yang diperuntukan bagi rumah tangga dan usaha mikro.

Dalam surat edaran tersebut diperjelas bahwa seluruh ASN tidak bisa menggunakan LPG 3 Kg, kemudian para agen dan pangkalan dilarang mendistribusikan LPG ke pedagang pengecer. Kemudian, pangkalan dilarang menjual di atas HET.

Jika kemudian ditemukan adanya pelanggaran, maka Pemkab Labuhanbatu akan bertindak tegas bila yang melakukan kesalahan di jajaran OPD dan ASN. Bila itu menyangkut agen maupun pangkalan, maka akan dikoordinasikan kepada Pertamina.

Ditambahkannya, Dalam hal ini masyarakat juga harus tahu dan memahami bahwa Pemerintah daerah khususnya Kabupaten Labuhanbatu tidak punya kewenangan untuk mencabut ataupun memberi izin pangkalan.

“Itu semua punya kewenangan Pertamina dan Agen. Kami hanya bentuknya merekomondasikan saja kepada Pertamina ataupun Agen yang telah ditunjuk Pertamina. Jadi bila masyarakat ada melihat kecurangan yang dilakukan pangkalan, laporkan ke pemerintah setempat dengan lampirkan bukti –bukti yang lengkap agar dapat ditindak lanjuti,” jelas Gargaran. (bh/ma) 

Bagikan: