Antisipasi Korban Jiwa Jalan Berlubang harus Diperbaiki

Bagikan:
Jalan berlubang mengancam nyawa pengendara yang melintas.

MetroAsahan.com, RANTAU – Lubang menganga dianggap dapat mengancam nyawa pengendara yang melintas di Jalan Lintas Sumatera, Aek Nabara – Ajamu, Kecamatan Panai Hulu.

Lubang yang diperkirakan berukuran lebar 50 Cm dengan kedalaman 5 Cm itu, tepatnya berada di Desa Pangkatan, Kecamatan Pangkatan, sudah meresehkan masyarakat di sana.

Hal tersebut diungkapkan oleh Supriono (40) warga Pangkatan yang mengaku pernah jatuh dikarenakan lubang tersebut, ditambah lagi pada saat malam hari tidak adanya penerangan lampu jalan di simpang jalan tersebut.

“Aku aja pernah jatuh, karena menabrak lubang itu. Malam gelap daerah itu,” ungkapnya, Kamis (6/12) kepada wartawan.

Muslim Manik, Ketua Aliansi Penyelamatan Indonesia Kabupaten Labuhanbatu sangat menyanyangkan atas keterlambatan dari dinas PUPR Binamarga Jalan dan Jembatan Provinsi Sumut, untuk melaksankan perawatan badan jalan.

“Seharusnya dari dinas terkait wajib memasang rambu-rambu jalan terkait adanya jalan berlubang. Tujuannya, agar para pengguna jalan agar lebih berhati-hati atau menghindari lobang,” katanya.

Pantauan disepanjang jalan ruas Aek Nabara – Ajamu, kata Muslim, lebih ratusan lobang kecil dan besar yang menganga disepanjang jalan yang diperkirakan sekitar 60 Kilometer tersebut.

“Ruas jalan Aek Nabara – Ajamu diperkirakan sepanjang enam puluh kilometer itu, banyak jalan berlubang yang seyogianya sudah dilakukan pecing atau tambal sulam oleh dinas terkait,” sebutnya.

Muslim menambahkan, mengingat hari Natal dan Tahun Baru sudah didepan mata.

“Maka, diminta kepada Dinas PUPR Binamarga Jalan dan Jembatan Provinsi Sumut, agar segera melaksanakan pecing atau tambal sulam agar para pengguna jalan lebih nyaman saat berkendaraan,” tuturnya.

Sementara, Ahmad Rijal Harahap, Kasi Perawatan Dinas PUPR Binamarga Jalan dan Jembatan Provinsi Sumut belum berhasil dikonfirmasi saat ditemui diruang kerjanya yang berkantor di Jalan MH. Thamrin, Rantauprapat.

“Tidak masuk kantor bapak itu, lagi rapat ekspos di Medan” kata seorang wanita yang mengaku honorer dikantor tersebut. (bud/ma)

Bagikan: