Kepala BKD Dituding Korupsi Jika Terbukti, Saya Siap Mundur

Bagikan:
Pengunjukrasa saat menyampaikan tuntutannya didepan kantor BKD. (Perdana Ramadhan / Metro Asahan)

MetroAsahan.com, KISARAN – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Asahan Sofyan menyatakan dirinya siap mundur dari jabatan yang ia pegang jika tuduhan dugaan korupsi yang ditujukan kepadanya terbukti.

Hal itu ditegaskan Sofyan saat menjawab tuntutan pengunjukrasa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Asahan (Formapa) yang berunjuk rasa di Kantor BKD Asahan di Jalan Jenderal Sudirman Komplek Kantor Bupati Asahan, kemarin (12/12) siang.

“Kalau tudingan ke saya itu benar dan real, saya siap mempertanggung jawabkannya lahir bathin. Bahkan saya siap dipenjara kalau semua yang kalian tuding real adanya,” tegas Sofyan di hadapan massa.

Sebelumnya, kedatangan masa aksi Formapa untuk mendesak Bupati Drs H Taufan Gama Simatupang agar mencopot Kepala BKD Asahan dari jabatannya, karena dituding banyak melakukan pengelembungan anggaran (mark up) dan banyaknya kegiatan yang berpotensi dikorupsi.

Aksi yang dipimpin Koordinator Lapangan Epi Hamdana itu, tidak luput dari pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Asahan dan Satpol PP.

Massa yang datang dengan mengendarai dua becak motor dan beberapa sepedamotor itu, juga membawa spanduk yang bertuliskan kecaman terhadap

Kepala BKD serta membawa megaphone.

“Kami minta Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang untuk segera mencopot Kepala BKD Sofyan. Karena kami nilai banyak melakukan tindak pidana korupsi dengan melakukan mark up anggaran yang ada di satuan kerja BKD,” tegas Epi Hamdana dalam orasinya.

Selain itu, Epi Hamdana juga mendesak agar aparat penegak hukum kejaksaan dan kepolisian untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Sofyan selaku kuasa pengguna anggaran di BKD.

Pihak Formapa juga menduga, semua anggaran BKD banyak ditemukan terindikasi korupsi mulai dari anggaran Diklat Prajabatan, seleksi penerimaan CPNS, seleksi terbuka pimpinan tinggi pertama dan anggaran belanja rutin berkala Bendaraan dinas/operasional. Semuanya diduga terindikasi dimark-up.

“Kalau Bupati Asahan tidak segera mencopot Kepala BKD Sofyan. Selanjutnya kami akan melaporkan kasus ini dan kembali melakukan aksi unjukrasa di Poldasu dan Kejatisu,” ujar Bormen Panjaitan orator yang juga Korlap dalam aksi.

Massa secara bergantian melakukan orasi di depan Kantor BKD. Akhirnya pengunjukrasa langsung diterima oleh Kepala BKD Asahan Sofyan yang dalam jawabannya, di depan pendemo membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Usai mendengar jawaban dari Kepala BKD Asahan, massa membubarkan diri secara tertib. (per/ma)

Bagikan: