Di Bandar Pulau 200 Meter Proyek Drainase Dana Desa Terbengkalai

Bagikan:
Camat Bandar Pulau (baju putih) saat dikonfirmasi wartawan ketika dijumpai ke kantornya di Desa Padang Pulau. (Zainal Arifin / Metro Asahan)

MetroAsahan.com, ASAHAN – Masyarakat Desa Padang Pulau, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, mengeluhkan proyek pembangunan drainase sepanjang 200 meter yang bersumber dari dana desa, tak selesai dikerjakan alias terbengkalai.

Hal itu tentu saja menyebabkan kerugian uang negara mengingat pembangunannya menggunakan dana desa tahun anggaran 2018. Merasa kesal, warga bersama sejumlah LSM mempertanyakan hal itu kepada camat.

“Masyarakat minta penegak hukum BPK, KPK RI, Inspektorat Polisi dan Kejaksaan untuk mengusut dugaan menyalahi amanah uang rakyat ,” kata Al (43) didampingi sejumlah LSM saat menemui  Camat Bandar Pulau P Simangunsong di depan Kantor Kepala Desa Padang Pulau, Rabu (9/1).

Sementara, menurut Camat Bandar Pulau P Simangunsong, dia sudah menegur keras kepala desa, namun sampai saat ini belum ada tindakan perubahan dari teguran yang sudah disampaikan.

“Berulangkali kita telah tegur Suryani (Kades Padang Pulau) terkait itu , namun berita acara terkait ini belum saya terima. Saya seolah jadi koordinator dadakan bagi para Kades ini, karena mereka merasa bukan pimpinan saya,” keluhnya.

Amatan wartawan di lokasi proyek yang terbengkali ini, sekitar 200 meter dinding drainase tidak diplester, dan sejumlah lantai tempak jebol diduga akibat material proyek di mark up dananya oleh penyelenggara. Dari sisi lain, tampak juga drainase tertimbun tanah longsor dan menyumbat aliran air di drainase yang dibangun,

Suryani selaku Kades Padang Pulau kerap menghindar saat dikonfirmasi wartawan yang mendatangi kantornya. Begitu pula saat wartawan mencoba mengkonfirmasi ke kediamannnya. (zar/per/ahu/ma)

Bagikan: