Rekayasa Lalulintas Kembali Diberlakukan di Kisaran Yang Melanggar Diberi Saksi

Bagikan:
Pengendara sepedamotor yang membandel menerobos jalan satu arah di Jalan Sisingamangaraja Kisaran. (Perdana Ramadhan / Metro Asahan).

MetroAsahan.com, KISARAN – Rekayasa lalulintas untuk mengurangi kemacetan di inti kota Kisaran kembali diberlakukan untuk dua ruas jalan menjadi satu arah, yakni Jalan Sisingamangaraja setelah perempatan rel Jalan Pelita dan untuk Jalan Bhakti.

Hal ini menyusul keluarnya surat edaran Peraturan Bupati Asahan (Perbup) nomor 67 terkait rekayasa lalulintas untuk dua ruas jalan di Inti kota Kisaran. Atas kebijakan ini, Dinas Perhubungan dan Polres Asahan kembali melakukan sosialisasi.

“Sosialisasi ini sudah dijalankan. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan dengan sisitem penetapan one way yang meliputi Jalan Imam Bonjol – Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Imam Bonjol – Jalan Bhakti,” kata Kadis Perhubungan Asahan Muhamad Yusuf Lubis SH MSi melalui Sekretarisnya kepada wartawan, Kamis (24/1).

Sosialisasi dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa telah ditetapkan penggunaan jalan satu arah pada Simpang belokan Jalan Imam Bonjol menuju Jalan Sisingamangaraja.

Sedangkan yang melalui Jalan Sisingamangaraja menuju Jalan Imam Bonjol berbelok menuju ke Jalan Pelita lalu ke Jalan Bhakti menuju Jalan Imam Bonjol.

“Sosialisasi ini secara rutin akan kita lakukan setiap hari kerja. Setelah selesai waktu sosialisasi apabila ada pengendara yang melanggar peraturan tersebut akan dikenai sanksi atau penindakan dari Satuan Lalu Lintas Polres Asahan sesuai Undang Undang Nomor 22 tentang lalu lintas,” jelasnya.

Ia mengharapkan kepada pengendara baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat atau lebih, agar mematuhi peraturan yang telah berlaku tersebut.

“Hal ini kita lakukan agar arus lalu lintas di ruas jalan-jalan tersebut lebih lancar. Kemacetan dapat dikurangi dan tingkat kecelakaan lalu lintas juga dapat dimanimalisir,” tambahnya.

Pantauan wartawan, meski perempatan jalan telah dipasang perboden satu arah, beberapa pengendara sepedamotor yang membandel tetap saja menerobos masuk ke Jalan Sisingamangaraja. Kurangnya kesadaran budaya tertib lalulintas menjadi salahsatu persoalan masyarakat di kota ini.

Sebelumnya, pemberlakuan satu arah untuk kedua ruas jalan tersebut telah diberlakukan sejak Desember 2016 silam. Belakangan rekayasa lalulintas untuk dua ruas jalan itu dipersoalkan, bahkan sudah sampai dalam pembahasan di DPRD Asahan karena tak memiliki kajian akademis dan tak efektif.

Hingga pada akhirnya diberlakukan kembali sejak Januari 2019, setelah keluarnya surat edaran dari Bupati Asahan terkait rekayasa pengaturan lalulintas yang baru untuk dua ruas jalan di kota Kisaran. (per/ma)

Bagikan: