Mayat Laki-laki Itu Ternyata Pensiunan TNI

Bagikan:
Jasad Sudiarto saat hendak dibawa ke RSUD Hams Kisaran. (Bayu Sahputa/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, ASAHAN – Sesosok mayat laki-laki yang ditemukan mengambang di Sungai Sei Silau Asahan, Minggu (27/1) lalu akhirnya terindentifikasi. Mayat tersebut ternyata pensiunan TNI yang sempat bertugas di Kisaran.

Penemuan mayat laki-laki tak dikenal tersebut diketahui setelah hasil Visum Et Repertum (VER) keluar. Selanjutnya oleh personel Polsek Kota Kisaran langsung serah terima kepada pihak keluarga, Senin (28/1) sekira pukul 01.45 WIB.

Kapolsek Kota Kisaran Iptu Edi Siswoyo kepada wartawan, Senin (28/1) mengatakan, mayat tersebut bernama Sudiarto (35) warga Jalan Cempedak, Gang Famili, Lingkungan V, Kelurahan Kedei Ledang, Kecamatan Kisaran Timur.

“Ia merupakan pensiunan TNI yang sempat bertugas di Kisaran,” kata Iptu Edi Siswoyo.

Menurut Ina Krisnawati (35) istri korban kepada Iptu Edi Siswoyo menjelaskan, Jumat (25/1) lalu, Sudiarto berpamitan untuk pergi memancing ke Sungai Sei Silau tepatnya di belakang rumah potong hewan yang berada di Kelurahan Kedai Ledang. Sekitar pukul 14.00 WIB pada hari yang sama, korban masih menghubungi istrinya dan memintanya agar diantarkan nasi serta pakaian.

Tak lama kemudian, istri almarhum bergegas menghatarkan pesanan tersebut, dan masih sempat bertemu dengan korban.

“Mereka sempat ketemu. Begitu pesanan sudah sampai, istri almarhum kemudian pulang ke rumah,” terangnya.

Sementara Katimin (61) warga Desa Sei Kamah Kecamatan Seidadap kepada wartawan menjelaskan, saat itu, Katimin yang sedang memancing di sungai tersebut yang tidak jauh dari korban, masih melihat korban sedang memancing tanpa ditemani siapa pun.

Namun Katimin sempat meninggalkan pancingannya beberapa saat untuk mengamankan sepedamotor miliknya. Dia turun ke tepian sungai agar sepedamotornya bisa dia lihat.

“Setelah itu, saya kembali ke sungai untuk kembali memancing. Namun saya tidak lagi melihat korban berada di tempat mancing semula, dan hanya pancingan dia yang ada,” ujar Katimin.

Katimin bersama temannya William mencari korban hingga pukul 22.00 WIB. Namun tidak ditemukan. Selanjutnya para saksi yang sudah mengenal korban mendatangi rumah korban untuk memastikan apakah orang yang memancing tadi adalah Sudiarto atau tidak.

Kemudian di hari Minggu (27/1) sekira pukul 12.00 WIB, korban ditemukan warga sudah tidak bernyawa dan tersangkut pada akar tanaman yang berada di aliran sungai Sei Silau. Namun pada saat itu korban belum diketahui identitasnya.

Setelah jasad korban dievakuasi oleh SAR, selajutnya dilakukan VER di RSUD. Dari hasil visum tidak ada bekas maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum. Sementara untuk hal otopsi, pihak keluarga menolak untuk melakukan otopsi.

Selanjutnya usai menandatangani surat pernyataan tidak bersedia dilakukan otopsi, almarhum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (bay/ma)

Bagikan: