Pasca Ditabrak Perampok Kaki Kiri Fitri Diamputasi

Bagikan:
Fitriyani dan kakaknya terbaring di rumah mereka usai ditabrak pelaku perampokan Toko Emas dari Aekanopan. (F/Ist/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, ASAHAN – Fitriyani, remaja berusia 19 tahun ini hanya bisa pasrah usai kecelakaan yang menimpa dirinya. Kaki kirinya terpaksa diamputasi.

Ditemui di rumah orangtuanya di Dusun I, Desa Persatuan, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, gadis cantik ini mengaku, kaki kirinya terpaksa diamputasi usai ditabrak pelaku perampokan toko mas, awal Januari lalu.

“Sampai saat ini belum ada pihak penabrak yang datang melihat kondisi anak saya. Kakinya bahkan sampai diamputasi gara-gara kecelakaan itu,“ kata Parwat (55), orangtua Fitri saat berbincang bersama wartawan di rumahnya, Minggu (27/1) lalu.

Selain Fitri, saat kejadian, ia berboncengan dengan Supriani (31) dan anaknya Azahra yang masih berusia 3 tahun. Supriani mengalami patah tulang iga pada lengan kanan. Sementara anaknya mengalami terkilir di bagian kaki.

Kini, pihak keluarga berharap ada belas kasihan dari keluarga pelaku, setidaknya untuk meringankan beban biaya perobatan ketiganya.

“Kalau sudah takdir ya bagaimana. Kami keluarga cuma bisa sabar. Mungkin ini ujian,” kata Parwat berusaha menghibur kedua anaknya yang terbaring di rumah mereka.

Sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (5/1) lalu di Jalinsum Kecamatan Pulau Rakyat. Mobil Kijang Innova berwarna hitam berkecepatan tinggi dengan nomor plat BK 1961 YI yang dikemudikan Hendrik Hasibuan (31), warga Pinang Awan, Labuhan Batu Selatan dalam pengejaran polisi usai melakukan perampokan Toko Mas di Aekanopan Labuhanbatu Utara.

Mendapat informasi itu, anggota piket jaga Polsek Pulau Raja melakukan penghadangan terhadap mobil yang dicurigai dengan cara memacetkan arus lalu lintas.

Namun tersangka ingin menerobos kawalan polisi masuk ke beram jalan dan menabrak pengendara sepedamotor, lalu mobil berhenti setelah menabrak kios warga.

Firman Tambunan, pemilik kios yang ditabrak pelaku juga mengalami kerugian yang cukup besar. Tempat usaha kios sekaligus rumahnya itu hancur berantakan tanpa ada ganti rugi dari pelaku.

“Kalau kerugian saya habis banyak. Usaha saya hancur semua setelah ditabrak mobil itu, yang katanya supirnya seorang perampok toko mas. Mobil yang dipakainya informasinya juga rental. Kemana mau saya tuntut ganti ruginya,” ujarnya. (per/ma)

Bagikan: