UNA Menjelma Sebagai Pusat Informasi Inovasi Sektor Pendidikan

Bagikan:
Mahasiswi di UPT Agrolife-science Center sedang membuat inovasi pangan brownies jagung pulut dan cake ketan nangka. (F/Ist/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, ASAHAN – Langkah Universitas Asahan (UNA) semakin bertambah dengan hadirnya produk-produk kreatifitas yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswanya, dalam rangka menampung dan memperlancar pengembangan inovasi.

Rektor Universitas Asahan Prof Dr Ibnu Hajar MSi mengatakan, harus ada badan khusus yang menangani tentang inovasi. Sehingga dibentuklah Unit PelayananTeknis yang dinamakan Agrolife-science Center yang di pimpin oleh Asep Rodiansah, salah seorang dosen Fakultas Pertanian.

Lembaga ini dibentuk sebagai lembaga yang idependen setingkat fakultas yang langsung bertanggungjawab kepada Rektor dan Yayasan Universitas Asahan,” ujarnya Asep saat berbincang dengan Metro Asahan, Jumat (1/2).

Agrolife – science Center baru beberapa bulan, namun sederet inovasi sudah dihasilkan setelah berjalannya penelitian jagung pulut, kini merambah ke sector hilir produk pertanian. Hal itu di buktikan dengan dikeluarkannya inovasi pangan brownies jagung pulut dan cake ketan nangka.

“Idenya berawal dari bagaimana mengurangi ketergantungan tepung terigu yang semuanya impor dari luar negeri. Selain itu dengan adanya produk olahan makaakan meningkatkan nilai tambah suatu komoditas pertanian dan mendukung industri kreatif berbasis pertanian yang bias membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Olahan pangan kreatif tersebut sudah mulai diproduksi dan dipasarkan dibeberapa daerah di Sumatera Utara, diantaranya Medan, Tebingtinggi, Batubara, Asahan, Labuhan Batu dan sekitarnya.

Seorang mahasiswa yang menjadi manager Agrolifescience cake Siskawidya menuturkan bahwa pihaknya sekarang sedang berusaha mencari investor yang membantunya mewujudkan hasil inovasi tersebut menjadi oleh-oleh khas Kota Kisaran dan Sumatera Utara.

Dirinya berserta team membutuhkan peralatan untuk bisa meningkatkan kapasitas produksi. Siska merasakan bahwa timnya mulai kewalahan memenuhi permintaan konsumen terutama dari Medan.

Preferensi konsumen terhadap produk tersebut cukup beragam. Namun dilihat dari jumlah pesanan menunjukan bahwa produk brownies jagung pulut dan cake ketan nangka mulai mengambil hati masyarakat.

Salah seorang mahasiswi Putri Santia mengungkapkan bahwa produknya bisa sejajar dengan produk oleh-oleh yang sudah ada. Dia yakin dengan kemampuan timnya dalam berinovasi untuk mewujudkan agro lifes cience cake menjadi sentra oleh-oleh kreatif di Asahan.

Selain itu dia menuturkan bahwa selain belajar produk olahan pertanian, putri dan teman-temannya belajar bagaimana mahasiswa pertanian berperan dalam mendukung ketahanan pangan nasional di Agro Life Science Center mereka belajar langsung dari mulai sektor hulu sampai hilir pertanian.

“Alhamdulilah kali ini kami belajar jagung, ketan dan sorghum. Insya Allah kami akan menggali potensi sumber karbohidrat lain di Sumatera Utara,” kata Putri.

Hasil itu mendapat sambutan yang baik dari Rektor Universitas Prof Ibnu Hajar. Dia memgatakan bahwa keberadaan UPT baru tersebut membuka peluang kerjasama antar dosen dari fakuktas lain, misalnya sector pertanian memerlukan mesin-mesin danperalatan.

“Nah itu bisa di suplay dari prodi teknik mesin. Sehingga lebih banyak lagi mahasiswa yang terlibat. Hal ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan peranan universitas sebagai tempat mengasah keahlian diluar jam kuliah dan praktikum,” ujarnya. (per/ma)

Bagikan: