Bendera Gerindra Dibakar, Warga Diminta Jangan Terprovokasi

Bagikan:
Kades Bahung Sibatubatu menunjukkan beberapa bendera partai Gerindra yang dibakar OTK. (Zainal Arifin / Metro Asahan)

MetroAsahan.com, ASAHAN – Beberapa bendera Partai Gerindra yang terpasang di sejumlah titik di Dusun VI Desa Bahung Sibatu Batu, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan dibakar orang tidak dikenal (OTK), Sabtu dini hari (3/2).

Penemuan terbakarnya bendera berlambangkan burung garuda ini sudah mendapat respon dari aparat kepolisian dan tengah dalam penyelidikan.

Kades Bahung Sibatubatu Hasan Sinurat beharap kejadian ini tak terulang dan warga diminta jangan ikut terprovokasi.

“Kita berharap masyarakat tidak terprovokasi atas terbakarnya bendera Gerindra itu. Kita selaku pemerintah desa tetap melakukan pengawasan dan tetap berkoordinasi dengan masyarakat. Kemarin bendera yang terbakar itu ada dua,” katanya.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra Kabupaten Asahan, Baharuddin Harahap mengatakan pihaknya menyerahkan penuh kasus pembakaran ini ke polisi.

“Kita sudah lapor polisi secara lisan. Barang bukti sudah diamankan,” ujar Ketua Partai Gerindra Asahan, Baharuddin Harahap, Senin (4/2).

Baharuddin mengaku tidak mengetahui banyak kronologis terjadinya pembakaran bendera Gerindra itu. Kasus yang dianggapnya sebagai pemantik demokrasi tidak sehat tersebut, saat ini sedang ditangani oleh Ketua PAC Partai Gerindra Sei Dadap.

Pihaknya tidak mengetahui motif dari pembakaran bendera parpol tersebut. Namun menurut mantan polisi militer ini, pembakaran bendera Partai Gerindra tersebut sebagai bentuk praktik politik tidak santun yang dipertontonkan kepada rakyat.

“Kita sangat menyesalkan kejadian ini. Kalau berpolitik, yang santunlah. Berlaga secara fair. Jangan cara-cara naif seperti ini. Ajari rakyat berpolitik dengan sehat,” katanya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi pembakaran bendera Partai Gerindra tersebut hampir menyulut amarah warga sekitar. Namun emosi warga berhasil diredam oleh caleg Partai Gerindra, Riadi yang langsung meluncur ke lokasi.

“Saya bersama Pak Riadi langsung turun saat mendapat laporan informasi itu. Kami menyaksikan ada lima bendera yang dibakar. Bendera partai (yang dibakar) ini adalah bendera yang terpasang di pinggiran jalan di kawasan Dusun VI, Desa Bahung Sibatu Batu,” kata seorang warga yang ikut ke lokasi, D Siregar.

Dia mengatakan, dari lima bendera yang dibakar, tiga musnah terbakar. Sedangkan dua lagi tidak habis terbakar karena sempat terlihat oleh warga.

Menurut D Siregar yang juga sukarelawan Gerindra ini, peristiwa terjadi sore menjelang Magrib. “Ada saksi mata. Tapi untuk menjaga keamanan, saksi mata dirahasiakan,” ungkapnya.

Pembakaran bendera Partai Gerindra dibenarkan Kapolsek Air Batu AKP Mahyudin Siregar. Kepada Metro Asahan, Selasa (5/2) Kapolsek melalui selulernya mengatakan, pihaknya telah mengamankan sisa bendera yang terbakar tersebut.

“Bendera sudah kita amankan. Anggota juga sudah turun ke lokasi didampingi pemerintah desa setempat,” ujar Kapolsek. (zar/per/gc/int/ma)

Bagikan: