Ribuan APK yang Nempel di Pohon Ditertibkan

Bagikan:
Petugas Satpol PP Asahan mencopot salah satu APK yang berada di pohon di kawasan Stadion Mutiara Kisaran. (Perdana Ramadhan / Metro Asahan)

MetroAsahan.com, KISARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Asahan bersama Satpol PP menggelar penertiban sejumlah alat peraga kampanye (APK) yang terpasang di sejumlah pohon dan tiang listrik sepanjang Jalan Setia Budi termasuk kawasan Stadion Mutiara Kisaran, Kamis (7/2).

Ketua Bawaslu Asahan melalui Kordinator Divisi Penindakan dan Pengawasan Ibnu Hajar Saragih menyebutkan, penertiban ini terpaksa dilakukan karena pemasangan APK tersebut di luar zona wilayah kampanye yang ditentukan dan melanggar aturan yang ada.

“Hari ini memang penertiban untuk Kecamatan Kisaran Timur. Kalau kemarin kita sudah membersihkan di daerah Kisaran Barat. Sebenarnya ini serentak dilakukan di wilayah Kabupaten Asahan sejak Senin lalu. Masa penertiban ini dua minggu lamanya,” jelas Ibnu saat dihubungi wartawan.

Ibnu juga mengimbau kepada tim sukses caleg maupun Pilpres agar memasang APK di lokasi yang sudah ditentukan oleh Bawaslu dan tidak berada di jalan Protokol seperti yang marak terpasang di kawasan Jalan Budi Utomo Kisaran dekat dengan sekolah.

“Kalau titik-titik pemasangan APK kan sudah jelas kami sosialisasikan kepada para caleg. Jadi kalau dipasang di zona yang kita tak tentukan, maka harus ditertibkan. Ini tak bosan kami sampaikan kepada pihak yang memasang APK. Mohon dipelajari dulu aturannya mengingat masa kampanye masih berlangsung lama,” jelasnya.

Pantauan wartawan, petugas Satpol PP dan Bawaslu Kecamataan tengah sibuk mencopot APK yang rata-rata kebanyakan dipasang di pohon. Jumlah APK yang mencapai ribuan dari berbagai macam partai politik itu kemudian diangkut dengan menggunakan becak dan dibawa ke kantor Bawaslu.

Dalam kesempatan itu, Bawaslu juga mempersilahkan jika ada tim caleg yang hendak mengambil kembali APK yang sudah dicopot tersebut ke kantor Bawaslu dengan syarat tim yang bersangkutan harus membawa SK sebagai pelaksana kampanye.

“Silahkan kalau mau diambil lagi APK –nya. Bisa datang ke kantor Bawaslu setempat, bawa bukti SK tim kampanyenya,” terang Ibnu.

Sebelumnya aktivis pecinta alam di Asahan Rido Tampubolon menyangkan pemasangan sejumlah APK caleg yang dipaku di pohon. Menurutnya memaku pohon tak hanya merusak pohon itu sendiri tapi juga sebagai pertunjukan si caleg tak layak dipilih karena merusak lingkungan.

“Kami sangat menyayangkan APK caleg itu dipaku pada pohon. Olehkarena itu kami mendukung kinerja Bawaslu Asahan dalam rangka menertibkan APK yang ada di pohon dan menghimbau kepada masyarakat agar tak pilih caleg yang paku gambarnya di pohon,” ujarnya. (per/ma)

Bagikan: