Pesan Ustad Wijayanto: Jangan Menjadi Penyebar Hoax

Bagikan:
Ustad Ahmad Wijayanto foto bersama usai memberikan bantuan secara simbolis kepada kaum dhuafa dalam acara tabligh akbar yang digelar kelompok Pengajian Pemuda Al Kahfi. (Mariadi / Metro Asahan).

Pesan Ustad Wijayanto pada Tabligh Akbar Pengajian Pemuda Al Kahfi

MetroAsahan.com, ASAHAN – Tabligh Akbar Bersatu Mewujudkan Asahan Religius yang diselenggarakan oleh Kelompok Pengajian Pemuda Al Kahfi menghadirkan penceramah kondang dari Jakarta, Ustad Wijayanto di lapangan MTQ Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, Kamis (7/2).

Pembina Al Kahfi Nuranisyah Pulungan dalam tabligh akbar tersebut mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk peredam ketegangan masyarakat ditengah hiruk pikuknya jelang pesta demokrasi Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Nuranisyah berharap tabligh akbar ini bisa dijadikan modal penguatan masyarakat Asahan yang religius bersatu bersama masyarakat menjaga sikap kekeluargaan sambil meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Animo masyarakat yang ikut hadir mengikuti acara tersebut terbilang tinggi. Sekitar 3.000 an jamaah memadati lapangan. Sebelum digelar, Pengajian Pemuda Al Kahfi ini lebih dulu menyelenggarakan festival Marhaban.

Pada pelaksanaan Dzikir Akbar dihadiri Ketua TP PKK Asahan Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang, Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, Anggota DPRD Asahan Rosmansyah, Ketua Adz-Dziniyah Kabupaten Asahan, Kakankemenag Asahan, Camat Kecamatan Air Joman, Silau Laut dan Tanjung Balai.
Acara tersebut dirangkai dengan penyerahan sembako kepada kaum dhuafa, kartu asuransi nelayan dan pemberian hadiah kepada pemenang Marhaban yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua Pengajian Adz-Dziniyah dan Kapolres Asahan.

Ustad Ahmad Wijayanto dalam ceramahnya menyampaikan, untuk menggunakan kata-kata yang mengandung makna positif dalam kehidupan sehari-hari, janganlah menyebarkan hoax (berita bohong, red) yang dapat menyebabkan perpecahan di antara sesama.
“Janganlah menjadi orang yang merugi dalam melaksanakan amal ibadah di dunia ini. Tuntutlah ilmu agama yang berguna serta bermanfaat bagi diri kita dan orang banyak,” ujarnya. (Mar)

Bagikan: