Kasek Pulangkan Siswanya Lebih Awal, Kadisdik: Itu Tidak Dibenarkan

Bagikan:
Kadisdik Asahan Sofyan. (F/Ist/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, ASAHAN – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Asahan Sofyan mengaku baru tahu dan terkejut mendapat laporan ada Kepala Sekolah (Kasek) di Kecamatan Air Batu memulangkan siswanya lebih cepat satu jam dari sekolah lainnya setiap hari.

“Memulangkan siswa didik lebih awal tidak dibenarkan. Kita akan tindaklanjuti ini bagaimana sebenarnya. Jika terbukti ada korupsi waktu disitu akan ditindak tegas,” kata Sofyan saat dikonfirmasi wartawan terkait pemulangan siswa lebih cepat satu jam di SD N 010055 Desa Pulau Pule, Kecamatan Air Batu kepada wartawan, Jumat (8/2).

Pemulangan siswa didik lebih awal yang dilakukan yang dilakukan Sekolah Dasar (SD) 010055 Desa Pulau Pule, Kecamtan Air Batu, Kabupaten Asahan menuai sejumlah kritik dan kecemburuan di antara tenaga pengajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Asahan.

Pantauan wartawan, Sabtu (9/10) sekira pukul 11.30 WIB, siswa di SDN 010055 pulang lebih cepat dari sekolah yang tak jauh dari SD Negeri lainnya di desa yang sama.

Padahal, penerapan aturan tersebut ditenggarai bertentangan dengan penerapan kurikulum K13, dimana tugas guru mengajar sebanyak 36 jam dalam satu minggu.

“Sudah menyalahi itu. Karena mereka pulang lebih cepat,” kata salah seorang Kepala Sekolah SD Negeri di desa tersebut yang minta namanya tak disebutkan.

Sementara Kepala Sekolah SDN 010055 Desa Pulau Pule, R Siregar kepada wartawan saat dikonfirmasi mengatakan membenarkan aktivitas di sekolahnya yang pulang pada pukul 11.30 WIB setiap harinya.

Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan penerapan kurikulum 13 dan ketentuan Mentri Pendidikan.

“Kita menganut Kurikulun 13 pemulangan siswa dilakukan pada pukul 11.30 WIB dan hal ini sudah diketahui pengawas. Kita tidak takut jika hal ini dianggap menyalahi aturan. Saya siap mempertanggungjawabkan kebijakan ini sampai ke Dinas Pendidikan,” kata R Siregar selaku kepala sekolah SD 010055.

Sementara itu, Mahyudin didampingi Hendra selaku Pemerhati Peduli Asahan menuding Kepala Sekolah telah menerapkan peraturan yang ilegal dan mengkorupsi waktu mengajar sekira 120 jam dalam satu tahun.

“Hal ini tak boleh dibiarkan. Kita surati kementrian Pendidikan. Jika hal ini terbukti melanggar harus ada sangsi yang diterapkan. Sebab tenaga pengajar digaji pakai uang Negara,” ujarnya. (zar/ma)

Bagikan: