Kades Rawa Sari Minta Polhut dan Polres Turun Tangan

Bagikan:
Kades Rawa Sari B Siagian (dua dari kanan) saat menceritakan HGU yang diduga ilegal di desanya. (Zainal Arifin/Metro Asahan)

MetroAsahan.com, ASAHAN – Kepala Desa (Kades) Rawa Sari Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan B Siagian minta Polres Asahan dan Polhut wilayah III Asahan bertindak atas pengusaha sekaligus penguasaan lahan perkebunan sawit, yang dianggap tak memiliki izin alias siluman. Hal ini diungkapkan Kades kepada awak media dan LSM di halaman Kantor Camat Aek Kuasan, Jumat (8/2).

Diterangkannya, sekitar 400 hektare lahan perkebunan sawit yang diduga diusahai perusahaan siluman menimbulkan polemik di Pemerintahan Desa Rawasari, serta masayakat setempat, dan Pemerintahan Kecamatan Aek Kuasan. Pasalnya, lahan ini tak terserap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Situasi itu sudah berlangsung bertahun tahun lamanya, namun belum ada tindakan yang cukup berarti  dari penegak hukum, baik dari Polres Asahan dan pihak Polhut Asahan. Kenapa harus melibatkan Polhut? Sebab disebut-sebut kawasan HGU itu masuk kawasan hutan. Kita telah punya kelompok tani sendiri jika itu alasan penegak hukum untuk mengambil alih HGU yang diduga siluman itu,” kata Kades.

Lebih jauh disebutkan, sekitar 200 ton tandan buah segar (TBS)  sawit dikeluarkan dari HGU silmuan ini menggunakan truk, melintasi Desa Rawa Sari tanpa ada bentuk perhatian CSR dari perusahaan untuk warga desa. Informasi yang diterima, pengusaha dan kantor induk perusahaan berada di Kota Tebing Tinggi. Sementara, lokasi lahan siluman ini berbatas langsung dengan Kabupaten Asahan dan Kabupaten Labuhanbatu. Patok batas wilayah antara Kabupaten Asahan dan Labuhanbatu telah digeser orang tak dikenal (OTK)  untuk mengelabuhi pengawasan  pihak berwenang. Pantaun awak media, sejumlah bangunan karyawan berdiri megah di HGU ini, namun tak satupun plang pengumuman kepemilikan bangunan ada di lokasi bangunan. Informasi lain, sejak berulang kali menjadi sorotan media massa, Kades juga tidak menepis isu akan terjadi transaksi penjualan lahan kepada warga Asahan yang memiliki pabrik kelapa sawit (PKS) di Kecamatan Aek Kuasan.

Terpisah, Kepala Kesatuan Hutan Wilayah III Asahan (KPH III Asahan) Wahyudi SP kepada wartawan mengatakan, kawasan ini informasinya masuk dalam kawasan hutan. “Nanti kita cek kepastiannya, jika benar terbuki HGU itu di kawasan hutan tentunya hal itu tak boleh dibiarkan. Bagi masyarakat Desa Rawa Sari yang telah memiliki kelompok tani harus melaporkan situasi itu ke KPH, agar dapat diberikan solusi,” kata Wahyudi.

Senada juga dikatakan Iptu Erwin selaku Kanit Tipiter Polres Asahan, pihaknya telah terjun ke lapangan. (zar/ahu/ma)

Bagikan: