Hongkong dan Malaysia Masih Tujuan Favorit TKI Asahan

Bagikan:
Ilustrasi

MetroAsahan.com, KISARAN – Dinas Tenaga Kerja menyebutkan, sepanjang tahun 2018 ada sebanyak 437 warga Kabupaten Asahan yang secara legal (sah) bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri untuk mencari rejeki yang didominasi tujuan Negara favorit Hongkong dan Malaysia.

“Selama tahun 2018 jumlah TKI asal Asahan yang terdata di Disnaker ada sebanyak 437 orang mereka banyak tersebar di Malaysia dan Hongkong,” kata Plt Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Asahan, H Nurdin kepada wartawan, Senin (11/2).

Menjadi tenaga kerja asing di negeri orang bagi sebagian masyarakat Indonesia memang masih menjadi tujuan utama di samping semakin kecilnya lapangan pekerjaan di tempat mereka tinggal selain alasan gaji yang lumayan. Di samping itu, faktor kesulitan ekonomi serta untuk memperbaiki taraf hidup keluarga dijadikan alasan utama.

“Itu data yang tercatat dan terdata. Kita akui juga banyak TKI yang bekerja di luar negeri dengan illegal (tidak resmi) karena tidak terdata secara administrasi,” ujarnya.

Banyaknya warga yang mengadu nasib di negeri orang, H Nurdin dengan tegas mengingatkan kepada seluruh stakeholder untuk tidak berbuat curang pada nasib seorang tenaga kerja di luar negeri.

“Saya mengetuk hati kepada seluruh stakeholder terkait penempatan kerja di luar negeri agar tidak membodohi para TKI. Kami membutuhkan peran serta seluruh element, agar tidak ada lagi permasalahan yang dihadapi TKI ketika mereka mengadu nasib di luar negeri,” tegas Nurdin.

Hal itu dikatakannya mengingat saat ini, Disnaker masih kesulitan mendata jumlah tenaga kerja di luar negeri yang berangkat illegal. Banyak pula diantaranya sampai di Negara tujuan mereka pindah kerja tanpa sepengetahuan perusahaan tempat mereka terikat kontrak kerja sebelumnya.

“Setelah dapat majikan, ternyata pindah tempat kerja tanpa sepengetahuan PT. Ini juga bisa disebut ilegal. Atau pindah agen tanpa pemberitahuan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, dari jumlah ratusan warga itu, para TKI asal Kabupaten Asahan di tahun 2018 mengadu nasib di Luar Negeri. Dimana dari 437 orang itu 129 orang terdata sebagai TKI pria, dan 308 wanita yang didominasi bekerja pada sector konstruksi dan elektronik. (per/ma)

Bagikan: