Pengupasan Kepiting dan Udang di Desa Sei Alim Disorot

Bagikan:
Lokasi pengupasan kepiting dan udang ekpor di Desa Sei Alim. (Zainal Arifin / Metro Asahan).

MetroAsahan.com, ASAHAN –  Usaha pengupasan kepiting dan udang ekspor di Desa Sei  Alim, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, diduga kebal hukum karena disinyalir tak kantongi Izin resmi operasi dari pemerintahan desa, dan dinas terkait.

Akibat aktivitas itu, warga merasa hanya menerima limbah aroma bau dari bangkai pengupasan kepiting, dan sisa pengolahan kepiting juga dibuang ke sungai yang berakibat pada kualitas air sungai menjadi kotor.

“Sudah pernah kami bicarakan sama Kades. Pengusahanya ini bukan orang desa sini dan tak punya izin dan tak mendukung program pemerintah dalam rangka meningatkan pembangunan dari pendapatan daerah,” kata Hendra, salah seorang warga kepada wartawan, Senin (11/2).

Amatan wartawan, pengupasan kepiting ekspor itu mempekerjakan sekitar 40 orang pekerja yang didominasi kaum perempuan. Mereka bekerja menggunakan penutup kepala dan sarung tangan.

Menurut pengakuan salah seorang pekerja usaha, pengupasan kepiting ini sudah bertahun-tahun yang lalu ada, sedangkan produksinya dikirim ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Sementara itu, Muhamad Arifin selaku Kepala Desa (Kades) Sei Alim saat dikonfirmasi awak media, membenarkan bahwa saat ini usaha tersebut belum menyertakan dokumen apapun terkait kegiatan usaha yang dilakukannya.

“Pengusaha kepiting itu setahu kita pemiliknya warga Bagan Asahan. Kita telah undang pengusaha untuk datang ke kantor desa agar mendaftarkan diri dan usahanya, namun pengusaha belum menghadiri undangan itu,” kata Kades. (zar/per/ahu/ma)

Bagikan: