Korban Sempat Pura-pura Mati

Bagikan:
Wanda Firnanda saat diapit Satreskrim Polres Asahan di RSUD HAMS

MetroAsahan.com, ASAHAN – SETELAH dua hari terbaring lemah di rumah sakit, SE (19) korban pemerkosaan itu akhirnya sadarkan diri. Korban sudah bisa diajak komunikasi. Hanya saja, kondisi wajahnya masih memprihatinkan karena luka-luka yang dialaminya.

Dari banyaknya luka yang ada di tubuh korban, terdapat luka robek yang sangat parah di bagian kening akibat disayat oleh pelaku, dan lubang di bagian wajahnya akibat dipukul pelepah sawit yang berduri.

Korban mengaku bahwa ia mengenal pelaku baru dua hari di facebook (FB). Berawal dari situ, korban berkomunikasi dengan pelaku dan janjian untuk ketemuan.

Setibanya di TKP, korban malah diperkosa, dianiaya hingga bersimbah darah. Untuk mencari selamat, korban yang dianiaya pelaku kemudian pura-pura mati ketika ditusuk pakai pisau.

“Saya sempat pura-pura mati dengan cara menarik nafas panjang agar dia (pelaku) berhenti menganiaya saya. Kalau tidak, mungkin saya sudah mati benaran,” ujar korban dengan terbata sambil menangis saat ditemui Metro Asahan di rumah sakit, Selasa (12/2).

Selanjutnya, oleh pelaku mengira korban sudah meninggal. Lalu meninggalkannya. “Karena dia pikir saya sudah mati, dia langsung mendorong dan menutupi aku dengan rerumputan. Setelah itu dia pergi meninggalkan saya,” jelasnya.

Begitu pelaku sudah pergi, dengan kondisi bersimbah darah, korban berusaha bangkit untuk mencari pertolongan.

“Begitu dia pergi, saya meminta tolong kepada orang lewat yang tidak saya kenal. Saya kemudian dibawa ke rumah sakit. Selanjutnya saya tidak tau apa-apa lagi,” pungkasnya. (bay/des/ma)

Bagikan: