Ratusan TKS ‘Serbu’ Dinkes Asahan

Bagikan:
Ratusan TKS saat melakukan aksinya di depan Kantor Dinas Kesehatan Asahan. (Bayu Sahputra/Metro Asahan) 

MetroAsahan.com, ASAHAN – Ratusan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang tergabung dari Puskemas dan Rumah Sakit se Kabupaten Asahan mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Rabu (13/2).

Kedatangan ratusan TKS tersebut tergabung dalam Gerakan Nasional Perawat Indonesia (GNPI) bertujuan mempertanyakan kewenangan atas kehadiran tenaga kerja baru yang di perdayakan sehingga mereka yang baru bergabung mendapatkan gaji senilai 2 juta rupiah. Namun para TKS tidak mendapatkan kesejahteraan seperti tenaga kerja baru.

Ketua GNPI Roihan Marpaung mengatakan, kedatangan mereka ke kantor Dinkes ini untuk mempertanyakan kepada Kadiskes terhadap perbedaan tenaga kerja baru dan yang lama.

“Mengapa mereka (tenaga kerja baru) di anak kandungkan, sedangkan kami yang bekerja bertahun tahun malah tidak dihiraukan, artinya kami tidak digaji,” kata Roihan.

Mereka mempertanyakan kepada Kepala Dinas Kesehatan Aris Yudiansyah seperti apa prosedur perekrutan tenaga kontrak, sehingga mereka yang baru masuk sangat diperdayakan.

“Kami ingin menanyakan apa prosedur perekrutan tenaga kerja kontrak? Sehingga mereka yang baru masuk sangat diperdayakan,” ujar Roihan.

“Kami siap diuji kompetensi kepada tenaga kontrak yang baru, tentang keahliannya dalam bekerja, tapi mengapa kami dianak tirikan? Sehingga dijanjikan sejak beberapa tahun yang lalu, bahwa kami akan digaji dengan anggaran APBD, tapi sampai saat ini tidak ada,” teriak Roihan.

Roihan juga mengatakan, bahwa kedatangan dirinya untuk mengadu kepada Kadiskes sebagai orang tua mereka dalam profesi sebagai perawat, agar Kadiskes melihat nasib mereka yang digaji suka rela, tak sebanding dengan tenaga kontrak yang baru.

“Saya tidak tahu mengapa seperti itu, kami hanya minta Kadis Kesehatan harus transparan dalam menerima tenaga kerja baru dan prosedur tentang pembedayaan tenaga kerja,” ungkap Roihan.

Setelah beberapa jam berdiri di halaman Kantor Dinas Kesehatan, Kadis Kesehatan Asahan tidak ada di ruang kerja, sehingga aspirasi mereka tidak ditanggapi.

Sementara di tempat terpisah, Sekretaris Dinkes Santoso saat diwawancarai, enggan memberi keterangan terkait tuntutan para TKS tersebut. Santoso mengatakan, bahwa dirinya belum bisa beri tanggapan karena belum koordinasi dengan pimpinan.

“Saya tidak bisa ngasih komentar sewenangnya, karena saya harus kordinasi dengan pimpinan, dan saat ini pimpinan kami sedang menghadiri musrenbang,” jelasnya di Kantor Bupati Asahan saat diwawancarai awak media. (ma)

Bagikan: