Pasutri Karyawan PTPN 4 Air Batu Terancam Dipolisikan

Bagikan:
Surat aduan masyarakat kepada LBH Publik terkait penggelapan dan pemalsuan dokumen yang dilakukan pasutri AI dan JI kepada LBH Publik Asahan.(Zainal Arifin/Metro Asahan).

MetroAsahan.com, KISARAN – Pasangan suami istri (pasutri) dituding memalsukan dokumen dan melakukan penggelapan biaya operasional perjalanan dinas karyawan kantor PTPN 4 Kebun Air Batu. Sementara, pasutri ini merupakan pejabat di PTPN 4 Kebun Air Batu.

Dugaan pemalsuan dokumen dan penggelapan biaya operasional perjalanan dinas ini dibeberkan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Publik Asahan Fadli Harun Manurung SH, kepada sejumlah awak media, di Kisaran, Sabtu (9/3). “Sejumlah karyawan mengadukan dugaan pemalsuan tanda tangan (penindasan) terhadap karyawan,  dan penggelapan biaya operasional PTPN4 Kebun Air Batu di antaranya, pasangan suami istri berinisial AI dan JI. Dari aduan  yang diterima, AI diduga memalsukan dokumen permohonan pinjaman ke salah satu bank nasional tanpa meminta izin dari pemohon. Selain itu, dugaan penggelapan uang operasional perjalanan dinas karyawan juga ia palsukan. Dalam waktu dekat situasi ini akan dilanjutkan ke penegak hukum (Polri),” ungkap Fadli. Informasi dihimpun, penggelapan uang perjalanan dinas itu diduga telah berlangsung cukup lama di tubuh managemen PTPN 4 Kebun Air Batu. Bahkan, sejumlah saksi juga mengungkapkan dugaan korupsi di PTPN 4 Air Batu sudah terorganisir.

Di tempat terpisah, Zul selaku Kepala SDM PTPN 4 Kebun Air Batu, didampingi Ketua SPBUN mengaku, terkejut dengan informasi dan konfirmasi wartawab yang mereka diterima.”Saya tak berani jawab soal dugaan pemalsuan tanda tangan dan dugaan penggelapan uang jalan dinas karyawan, itu hak manager. Saya takut salah menjawabnya,” kata Zul berkelit.

Sementara, AI saat dihubungi melalui selularnya mengatakan, ia tak mau menjawab tudingan itu sebab ada lembaga tersendiri di PTPN 4 Air Batu. “Tidak harus pribadi yang menjawab masalah itu,” ungkapnya singkat. (ck-01/ahu/ma)

Bagikan: