Atasi Listrik Bukit Kijang, Aliwongso Usulkan Listrik Tenaga Surya

Bagikan:
Aliwongso Sinaga

MetroAsahan.com, ASAHAN – Keluhan masyarakat Desa Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, mendapat respon dari Ir Aliwongso Halomoan Sinaga, mantan anggota DPR RI periode 2009-2014.

“Untuk mengatasi tidak adanya listrik di Desa Gunung Melayu atau Bukit Kijang sebaiknya diatasi dengan listrik tenaga Surya. Cepat, efektif dan hemat biaya,” ujar Aliwongso Sinaga, Rabu (20/3).

Menurut mantan anggota DPR RI komisi V ini, ada dua opsi mengatasi permasalahan listrik tersebut. Opsi yang pertama adalah kalau jumlah keluarga yang membutuhkan listrik kecil dapat ditempuh dengan penyediaan listrik dengan tenaga surya. Seperti banyak dilakukan di daerah-daerah terpencil atau jauh dari jangkauan listrik PLN.

Pengadaan dan pemasangannya dapat dilakukan dengan dukungan biaya pemerintah pusat melalui Kementrian ESDM atau pemerintah daerah. Atau juga dari dana CSR dari perusahaan terdekat antara lain PT Lonsum dan perusahaan lainnya di sekeliling perkampungan tersebut.

Opsi kedua, membangun jaringan listrik PLN dengan kabel balut menuju perkampungan. Dengan jalur atau trase yang seefisien mungkin, dilihat dari jarak dan jumlah pohon-pohon kelapa sawit yang akan ditebang.
Opsi kedua ini membawa konsekuensi melintasi dari lahan PT Lonsum. Membawa konsekuensi penebangan pohon kelapa sawit di jalur kabel.

PT Lonsum adalah Tbk atau go publik. Sebagai perusahaan go publik terikat pada peraturan termasuk akuntabilitas publik, oleh karena itu membutuhkan ganti rugi terhadap pohon-pohon yang ditebang. Kemudian, kesediaan pemerintah membayar ganti rugi perlu dibicarakan bersama dengan pemerintah daerah.
Lebih lanjut Aliwongso mengatakan “Saya kenal baik managemen PT Lonsum.

Tidak mungkin managemen PT Lonsum tidak peduli dengan masyarakat. Mereka profesional sebagai perusahaan publik yang terikat pada peraturan dan ketentuan yang berlaku sebagai perusahaan publik. Kalau yang ditempuh opsi kedua harus memperhatikan keberadaan PT Lonsum sebagai perusahaan go publik. Namun saya menyarankan opsi pertama, cepat dan murah,” bebernya.  (rel/ma)

Bagikan: