Murid SD Dikenalkan Kampanye Gerakan AMIR

Bagikan:
Para pelajar SD saat diedukasi sehat lewat gerakan Ayo Minum Air. 

MetroAsahan.com, ASAHAN– Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sedang menggalakkan gerakan edukasi sehat Ayo Minum Air (AMIR) pada sekolah-sekolah Dasar (SD) di daerah itu.

Gerakan itu resmi dimulai ditandai dengan kunjungan Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang, selaku Ketua TP PKK Asahan melakukan sosialisasi di dua Sekolah Dasar (SD) yakni SD Pesantren Daar’ulum Kisaran Kecamatan Kisaran Barat dan SD Negeri 014691 Kecamatan Meranti, Selasa, (9/4).

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Sofyan mengimbau agar program ini dapat menjadi sebuah gerakan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat di Asahan. Terlebih kepada anak-anak untuk memberikan wawasan pentingnya minum air yang cukup bagi kesehatan tubuh.

“Gerakan Ayo Minum Air ini diharapkan akan menjadi kegiatan dan edukasi yang masif kepada peserta didik tentang pentingnya kebiasaan minum air bagi kesehatan,” kata Sofyan dalam kunjungan tersebut.
Pada Kesempatan itu, Ketua TP PKK Asahan Ny Hj Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang menyampaikan kepada murid SD tentang penting dan besarnya manfaat minum air bagi tubuh.

“Selain dapat menyehatkan tubuh, dengan minum air kita terhindar dari kulit kering dan tidak mudah mengantuk,” ujar Umi Winda sapaan sehari-hari Ketua TP PKK.

Edukasi tentang pentingnya minum air putih diberikan kepada anak-anak sejak dini agar tertanam perilaku hidup sehat yang akan berubah menjadi kebiasaan. Selain itu juga membiasakan anak mengurangi minum minuman manis sejak dini.

Di hadapan para murid SD, Umi Winda mengatakan agar meminum air putih minimal 6 gelas dalam sehari karena dapat membantu membuang racun dari dalam tubuh yang merupakan penyebab berbagai gangguan kesehatan pada diri sendiri.

Dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK melakukan senam bersama dan membagikan bingkisan kepada anak-anak.
Mengacu kepada data Kementerian Kesehatan RI mengenai penyakit katastropik, jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia menempati urutan kedua setelah penyakit jantung daiam jumiah penderita.

“Pertumbuhan jumlah penderita penyakit ginjal hampir 100 persen dari tahun 2014 hingga 2015 salah satu penyebabnya dikarekan kekurangan minum air,” pungkasnya. (per/ma)

 

Bagikan: