Wisuda UNA Angkatan XXIV, Nilfa Sari, Anak Nelayan Peraih IPK Tertinggi

Bagikan:
Nilfa Sari, anak nelayan peraih IPK tertinggi dalam wisuda sarjana UNA angkatan XXIV. 

MetroAsahan.com, KISARAN – Pada prosesi wisuda sarjana angkatan ke XXIV tahun 2019 kemarin, Nilfa Sari, Mahasiswi program studi teknik informatika Fakultas Teknik Universitas Asahan (UNA) ini meraih prestasi membanggakan dengan meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,83 dengan predikat Cumlaude (Dengan Pujian) dari semua wisudawan.

Siapa sangka, putri ke lima dari tujuh bersaudara dari pasangan suami istri Dahman dan Robitokh ini merupakan anak nelayan yang tinggal di Dusun IV Sei Serindan, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan dan sempat terseok-seok di awal perjuangannya masuk perguan tinggi dan pada akhirnya menjadi lulusan terbaik.

“Dari dulu ayah sama mamak selalu mendukung kami anak anaknya untuk bisa sekolah sampai kuliah. Walaupun kami tau perjuangan mereka itu dengan susah payah mengantarkan kami supaya bisa sekolah sampai sarjana,” ujar Nilfa saat berbincang bersama Metro Asahan, Kamis (11/4).

Dia sadar, kondisi ekonomi orang tuanya itu. Maka, setiba wanita kelahiran 8 Oktober 1994 ini lulus dari SMK ia tak langsung berkuliah dan memilih mengajar les privat di Tanjungbalai selama delapan bulan. Padahal waktu itu pihak sekolah (SMK) sudah mendaftarkannya di Poltek Medan. Nilfa lulus menerima bea siswa bidik misi.

“Saya sempat sedih juga waktu itu. Disaat banyak orang yang mengincar bea siswa dan saya mendapatkannya malah saya tolak. Saya tak punya modal untuk berangkat ke Medan menanggung biaya hidup di sana meski biaya kuliah sudah ditanggung lewat bea siswa,” ujarnya mengenang masa lalu.

Alasannya paling kuat untuk menolak bea siswa itu karena tak ingin lebih jauh menyusahkan orang tuanya. Sementara dia masih memiliki dua orang adik yang masih berusia sekolah. Nelfa harus bersabar. Dikumpulkannya receh demi receh honor mengajar les privat sebelum akhirnya mendaftar diri sebagai mahasiswa baru di Universitas Asahan pada tahun 2015 silam.

Empat tahun dirintisnya dan mengecap pendidikan di UNA. Berbagai prestasi dan nilai yang memuaskan dalam setiap semester didapatnya. Wanita yang sedari kecil mencita citakan diri untuk menjadi guru ini akhirnya mulai melihat terang untuk bisa menggapai cita citanya itu setelah dinobatkan sebagai mahasiswi dengan lulusan terbaik.

Nelfa dan sembilan orang mahasiswa lainnya dari program studi yang berbeda mendapatkan bea siswa dari kampus untuk melanjutkan S2 dengan harapan mereka nanti dapat kembali mengabdikan diri ke lingkungan akademik UNA selepas tamat.

“Alhamdulillah, ini rejeki yang gak pernah saya bayangkan. Bisa melanjutkan S2 dari beasiswa yang diberikan kampus,” ujarnya.

Terpisah, wakil rektor bidang akademik Dr Tri Harsono M.Si membenarkan tahun ini UNA memberikan beasiswa kepada 10 orang mahasiswa dengan lulusan terbaik. Selain itu dia juga mengemukakan lulusan UNA adalah intelektual yang sudah siap menghadapi persiapan persaingan di dunia kerja.

“Kepada peraih IPK tertinggi UNA memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan dijenjang strata 2. Dengan harapan, setelah selesai menjalani pendidikan, mereka bersedia mengabdikan diri di UNA sebagai dosen maupun tenaga ahli,” ujarnya. (per/ma)

Bagikan: