Ini Hal yang Dilarang Selama Masa Tenang

Bagikan:
Satpol PP bersama Bawaslu tengah menurunkan salah satu iklan caleg di Jalan Cokroaminoto Kisaran. 

MetroAsahan.com, ASAHAN – Bawaslu Kabupaten Asahan mulai membersihkan iklan-iklan caleg khususnya billboard yang memajang foto paslon peserta Pemilu.

Dibantu Satpol PP dan Bawaslu Kelurahan setempat, sejak Minggu (14/4/) pagi tim gabungan ini mulai ‘membersihkan’ wajah kota Kisaran yang sebelumnya ramai iklan politik.

Ketua Bawaslu Asahan Khomaidi Hambali Siambathon kepada wartawan di kantornya, menjelaskan pihaknya sudah menggelar rapat dan berkordinasi bersama pihak terkait dan Parpol PP serta tim sukses caleg untuk membersihkan seluruh alat peraga kampanye yang sudah dipasang.

“Sejak pagi tadi seluruh tim Bawaslu baik di desa, kelurahan dan kecamatan sedang bekerja untuk membersihkan seluruh APK. Harapan kami dimasa tenang ini tidak hanya Bawaslu saja, tim sukses juga ikut membersihkannya,” kata Khomaidi.

Dalam penurunan Baliho ini, Bawaslu dibantu Satpol PP untuk menurunkan alat peraga kampanye.

Pantauan wartawan, di jalanan inti pusat kota Kisaran mereka mulai menurunkan satu per satu Baliho Caleg maupun Capres yang sebelumnya terpasang hampir setiap space iklan di billboard tengah jalan kota.

“Kita akan optimalkan turunkan dan cabut semua iklan caleg hari ini. Saat ini rekan-rekan sedang bekerja mempersihkan semua peraga kampanye di lapangan,” tambah Khomaidi.

Diingatkan Bawaslu, dalam masa tenang untuk peserta pemilu dilarang melaksanakan kampanye dalam bentuk apapun.

“Kita harap semua peserta Pemilu di Asahan untuk menghormati masa tenaga, dengan tidak melakukan aktivitas politik yang melanggar secara UU dan peraturan pemilu,” ujarnya.

Sebagaimana diatur dalam PKPU No 28 tahun 2018 Pasal 1 angka 34 yakni “masa Tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk melakukan aktivitas kampanye pemilu”.

Selanjutnya, dalam PKPU Nomor 33 Tahun 2018, Pasal 25 huruf 4, Pelaksana , Peserta dan Tim kampanye dilarang mempublikasikan citra diri, identitas, ciri-ciri khusus atau karakteristik peserta pemilu.

Sementara itu, segala bentuk iklan, berita, penyiaran dan semua bentuk yang mengarah kepada kampanye, yang dapat merugikan dan menguntungkan peserta pemilu wajib dihentikan.

Di samping itu, diimbau masyarakat dapat menolak pemberian peserta pemilu dalam bentuk apapun (money politik) dan menjauhkan peserta pemilu yang tidak menghormati peraturan.  (per/ma)

 

Bagikan: