Menu

Cemburu, Suami Istri Berkelahi Hingga Tewas

F/Int/Metro Asahan
Usai berkelahi, pasangan suami istri ditemukan tewas tergeletak di rumahnya.

MetroAsahan.com, PASANGAN suami istri (Pasutri) Avedi Zebua dan istrinya Aniadi Waruhu, tewas bersimbah darah di rumahnya, Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Keduanya diduga terlibat keributan hingga berujung maut.

Informasi yang dirangkum, peristiwa ini terjadi Senin (8/10) sekira pukul 02.00 WIB dinihari. Keduanya meregang nyawa setelah berkelahi menggunakan senjata tajam (pisau, red).

Peristiwa ini diketahui warga saat Murniawan Zebua, anak dari pasutri tersebut ke luar rumah dan berteriak minta tolong kepada tetangga. Wajar saja, sang anak ketakutan melihat kedua orangtuanya bertengkar menggunakan senjata tajam.

Warga yang mendengar itu kemudian berkumpul. Namun mereka juga tak berani masuk ke dalam rumah pasutri ini. Akhirnya, warga menghubungi aparat Bhabinkamtibmas setempat.

Berselang beberapa menit kemudian polisi pun tiba. Bersama warga, aparat Bhabinkamtibmas ini kemudian masuk ke dalam rumah Avedi dan Aniadi.

Namun apa daya, saat di dalam keduanya sudah didapati dalam keadaan terkapar bersimbah darah dan sudah tak bernyawa. Pada jasad pasutri ini juga ditemukan sejumlah luka tusukan.

Kapolres Rohul AKBP Hasyim Risahondua kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut. Diduga, pasutri ini terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam.

Pihaknya juga mendalami apa pemicu pertengakaran antara keduanya. Pasca kejadian, polisi langsung mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Duri.

Ini Motifnya

Sementara, Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Riza Effyandi SH, juga membenarkan peristiwa tewasnya suami istri tersebut. Ia mengatakan, setelah diselidiki, motif pertengakaran karena cemburu.

“Motifnya cemburu buta. Mereka (pasutri) sudah lama pisah rumah karena suka ribut dan saling pukul,” kata Riza.

Seminggu yang lalu, sambung dia, Avedi Zebua menelpon istrinya dan mengatakan akan kembali rujuk. Namun, istrinya menolak.

“Suaminya mau rujuk lagi. Kalau (istrinya) tidak mau, maka akan dibunuh atau mereka berdua akan mati,” terang Riza.

Lebih lanjut, Riza menjelaskan, awalnya Avedi Zebua datang ke rumah istrinya di Dusun III Akasia Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Senin dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu, langsung terjadi keributan di dalam rumah. Kemudian, anak pasangan itu, bernama Murniawan Zebua keluar dari rumah karena melihat orang tuanya berkelahi menggunakan pisau.

“Anak korban berteriak memanggil saksi bernama Jepri Halawa dan meminta tolong untuk melerai korban,” kata Riza.

Namun, lanjut Riza, saksi memanggil warga lainnya untuk menghentikan perkelahian Avedi Zebua dan istrinya.

“Saksi dan warga lainnya tidak berani masuk ke rumah korban, karena perkelahian menggunakan sajam (senjata tajam),” jelas Riza.

Oleh karena itu, saksi menghubungi Babinkamtibmas Bripka Firman Ritonga untuk melihat kejadian tersebut.

“Setelah Babinkamtibmas dan warga sampai di TKP (tempat kejadian perkara), kedua pasangan suami istri ini sudah terkapar bersimbah darah dan meninggal dunia di dalam rumahnya. Di tubuh kedua korban terdapat luka tusukan. Barang bukti ditemukan sajam jenis pisau,” kata Riza.

Dia menambahkan, setelah dilakukan olah TKP yang disaksikan kepala desa setempat, kedua jasad korban dibawa ke rumah sakit. (rc/rtc/trbn/tr/int/ma)

Loading...