Menu

Polres Labuhanbatu Ajukan pembangunan Panti Rehabilitasi Narkoba

Bangun Hasibuan/ Metro Asahan
Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmurang memaparkan  35 tangkapan tersangka narkoba selama 2 pekan 

MetroAsahan, RANTAU – Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang mengajukan pembangunan panti rehabilatis narkoba di Labuhanbatu Raya untuk menekan jumlah pengguna narkotika yang seriap hari semakin bertambah.

“Saya sudah menyurati tiga kepala daerah agar bersedia membangun panti rehabilitasi untuk pengguna narkoba. Kita tidak meminta harus kabupaten mana, tetapi saya berharap dapat segera dibangun,” ujar Kapolres di halaman Mapolres saat menggelar paparan penangkapan 35 tersangka selama 2 pekan di Polres Labuhanbatu Senin (8/10) sore.

Dijelaskannya, panti rehabilitasi pengguna narkoba diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran narkoba dengan cara mengisolasi mereka dari lingkungannya agar tidak mempengaruhi teman dan lingkungannya untuk mengunakan narkoba.

Selain itu, dengan adanya panti tersebut, pecandu narkoba akan mendapat suasana baru sehingga dirinya tidak merasa galau atau frustasi yang diakibatkan tekanan dari kondisi lingkungan sebelum ia menjadi pecandu

“Nah, di panti rehabilitasi itu nantinya, pecandu akan diberi pembekalan rohani maupun jasmani sehingga pada suatu waktu sesudah keluar dari panti dapat mandiri dan lepas dari ketergantungan narkoba,” jelasnya

Yang paling penting, jelas  Frido Situmorang, dengan adanya panti rehabilitasi, pecandu narkotika diberi kesempatan untuk bertobat agar dapat kembali dan diterima masyarakat.

Ditambahakanya, narkoba bagai virus penyakit yang cepat dan dapat menular kepada orang lain

“Perlu diketahui, negara menjamin seorang pengguna narkoba untuk dapat direhabilitasi seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang dan Peraturan Pemerintah. Amanah itu tertuang di Undang-undang No 35 Tahun 2009, Pasal 54 yang isinya, pecandu narkoba dan korban penyalahgunaan wajib menjalani rehabilitasi medis dan sosial,” ucapnya

Pihaknya berharap agar semua elemen masyarakat ikut bersama-sama memberantas peredaran dan pengunaan narkoba.

“Banyak warga yang kurang peduli dengan dampak dan akibat dari narkoba, mungkin merasa dirinya dan keluarganya tidak pernah berhubungan dengan yang namanya narkoba,” ujarnya.

Padahal, jelasnya, walaupun orang terdekat kita bukan bagian dari pengguna narkoba, setidaknya kita peduli lingkungan dengan memberikan pengertian kepada sahabat maupun orang lain akan bahaya narkoba.

“Jangan takut melaporkan ke Polisi apa bila melihat, mengetahui ada penguna maupun peredaran narkoba yang ada. Polisi menjamin kerahasiaan identitas warga yang melaporkannya,” jelas Frido. (bh/pra/ma) 

Loading...