Menu

Ujian Seleksi Kepala Dusun Diminta Diulang

Zainul Siregar/Metro Asahan
Sabam Tamba (Kiri) memegang surat pengaduan bersama Dua rekan Peserta lain.

MetroAsahan.com, RANTAU – Peserta seleksi penjaringan enam Kepala Dusun Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu meminta ujian seleksi diulang kembali.

Menurut mereka ujian yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2018 dengan 27 peserta yang berlokasi di SD Kampung Sipirok Bilah Hilir, terindikasi ada dugaan permainan panitia penjaringan.

Hal itu dikatakan oleh salah seorang peserta yang mengaku bernama Sabam Tamba warga Selat Besar bersama dua peserta lain.

“Ada kejanggalan yang secara sistematis yang kami duga dikondisikan pihak panitia untuk memenangkan calon tertentu dalam penjaringan itu,” bebernya, Jumat (12/10).

Salah satu kecurigaan mereka adalah adanya pemenang memperoleh nilai menyolok, padahal mereka sedikit banyak tau kemampuan peserta yang dimenangkan tersebut.

“Bila perlu kami siap diuji secara terbuka dan diawasi secara ketat,” kata Tamba.

Kemudian mereka juga curiga terhadap adanya peserta yang sering keluar masuk ruangan pada saat ujian.

“Kami meminta secara tertulis melalui surat kepada seluruh pihak yang terkait agar ujian diulang kembali dari dasar kejanggalan yang kami lihat. Kami berharap pihak Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) Labuhanbatu menjembatani aspirasi kami dan memperakarsai diulangnya seleksi tersebut dengan pengawalan yang ketat,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Selat Besar Purwanto mengatakan kalau peserta yang keluar masuk saat ujian kemungkinan untuk ke toilet. Sementara soal hasil nilai ujian, Purwanto mengaku tidak berkewenangan terhadap nilai hasil ujian. Sebab nilai tersebut berasal panitia Pemerintah Desa dan Kabupaten.

“Untuk nilai sudah ada Panita dari Pemerintah Desa dan Kabupaten yang mengkoreksi,” ucapnya. (zas/ma)

Loading...