Menu

DPRD Minta Pemkab Labuhan Jalankan Perda

MetroAsahan.com, RANTAU – Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu sangat mengesalkan adanya perusahaan yang sudah beroperasi, namun belum mengantongi izin dari pemerintahan setempat.

Hal tersebut, disampaikan salah seorang anggota DPRD Labuhanbatu Dipa Topan SE saat diminta tanggapannya terkait beroperasinya PT Tugu Beton Azda yang belum memiliki izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Labuhanbatu.

Menurut Wakil Ketua Komisi A itu, kondisi seperti ini bisa terjadi karena kurangnya pengawasan Pemkab Labuhanbatu terhadap perusahaan yang akan berdiri.

“Hal ini juga, menjadi salah satu faktor tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari dinas tersebut. Sementara, untuk Tahun 2018 ini, PAD dari Dinas PMPTSP masih minim,” ujarnya, Jumat (12/10) di Rantauprapat.

Selain itu Dipa Topan juga meminta kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Labuhanbatu, agar jangan terkesan membodohi masyarakat dengan mengatakan izin dalam pengurusan, sementara perusahaan sudah beroperasi.

“Kita meminta Pemkab Labuhanbatu menjalankan Perda yang ada dengan tegas. Keluar izin terlebih dahulu, baru perusahaan bisa beroperasi. Jangan terkesan membodohi masyarakat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya,  PT Tugu Beton Azda yang berada di Lingkungan Bulu Cina, Kecamatan Rantau Selatan sudah beberapa bulan ini beroperasi akan tetapi belum memiliki izin dari dinas terkait.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Ikramsyah saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/10) sore mengakui jika perusahaan tersebut belum keluar izinnya dan masih dalam pengurusan.

Saat ditanya, kenapa perusahaan tersebut sudah beroperasi sebelum mengantongi izin terlebih dahulu? Ikram mengaku tidak tahu.

“Kalau itu saya tidak tahu,” sebutnya sambil menutup sambungan teleponnya.

Terpisah, Fahrul selaku pimpinan perusahaan PT Tugu Beton Azda saat ditanya tentang izin, mengaku sedang dalam pengurusan.

“Sedang dalam pengurusan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, baru-baru ini. (bud/pra/ma)

Loading...