Pekan Imunisasi Nasional 2016, 3.729 Anak Balita Bebas Polio

Bagikan:

METROASAHAN.COM, BATUBARA – Sebanyak 3.729 anak balita (bawah lima tahun) diberi vaksin polio, Selasa (8/3), di Puskesmas Simpang Dolok, Kecamatan Limapuluh, Batubara. Pemberian vaksin ini berlangsung hingga 15 Maret, dalam menggalakkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN).

Puskesmas Simpang Dolok menetapkan bahwa anak balita yang mendapat vaksin, yakni anak balita berumur 0 sampai 59 bulan. Sesuai namanya, imunisasi polio bertujuan mencegah penyakit polio. Imunisasi polio diberikan dengan cara suntikan (Inactived Poliomyelitis Vaccien/IPV) atau melalui mulut (Oral Poliomyelitis Vaccien/OPV). Namun khusus Indonesia, imunisasi polio hanya diberikan dengan cara oral.

Imunisasi polio diberikan sebanyak enam kali. Pertama diberikan saat lahir, selanjutnya di usia 2, 4, dan 6 bulan. Selepas itu, diberikan pada usia 18 bulan dan 5 tahun. “Biasanya diberikan berbarengan dengan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus),” terang dr Dina Nopinda, Kepala Puskesmas Simpang Dolok.

Dina mengakui bahwa meskipun jarang muncul efek samping tetapi pada beberapa anak ada yang mengalami paralitik poliomyelitis (Vaccine Associated Paralytic Poliomyelitis/VAPP), yaitu lumpuh layu akut dan terjadi pada usia 4 sampai 40 hari setelah diberikan vaksin OPV.
Tapi, lanjut Dina, saat ini telah tersedia vaksin polio inaktif (IPV), berupa suntikan mengandung virus polio yang dimatikan, sehingga aman diberikan tanpa ada risiko lumpuh layu (VAPP).

Bahkan, boleh diberikan pada anak dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (immunocompromize) sekalipun. Ia menerangkan, imunisasi polio OPV berupa virus hidup dan tidak boleh diberikan bila anak dalam keadaan demam (38,5°C), ada penyakit akut, muntah, diare, sedang menerima pengobatan kortikosteroid, pengobatan radiasi umum, penyakit kanker/keganasan, penderita HIV/AIDS.

“Intinya, imunisasi polio aman diberikan, belum ada dalam literatur anak yang meninggal karena imunisasi polio tersebut,” tandasnya. Pada kesempatan itu, Deni menegaskan bahwa pemberian vaksin polio merupakan kegiatan wajib untuk menyelamatkan bayi agar terhindar dari penyakit polio. (mag3/dro)

Bagikan: