Pengerjaan Proyek Dinilai Tidak Standar, Besi Rabat Beton jadi ‘Ranjau’ Pengendara

Bagikan:
Siswanto/Metro Asahan

METROASAHAN.COM, BATUBARA – Lemahnya pengawasan pihak dinas terkait pada pengerjaan proyek menyebabkan hasilnya tidak maksimal, bahkan parahnya justru malah mengancam keselamatan pengguna jalan.

Seperti halnya yang terjadi pada pengerjaan rabat beton jalan Barung-barung menuju Kedai Sianam, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara sepanjang 800 meter.

“Proyek yang dikerjakan tahun 2013 lalu dan menghabiskan anggaran APBD Batubara senilai Rp 1,5 miliar kini menyisakan ‘ranjau-ranjau’ besi di sejumlah titik badan jalan,” kata Humas LSM ACI Kabupaten Batubara, Darmansyah, kepada Wartawan, usai melakukan investigasi di lokasi, Jumat (11/3)

Menurut dia, kondisi jalan tersebut diakibatkan minimnya besaran teknis (bestek) dan penggunaan material yang tidak standart seperti pengecoran secara manual, campuran semen tidak sesuai kategori serta penggunaan tikar besi yang diduga tidak memenuhi standart nasional. Padahal besaran anggaran sudah didukung RAB pemasangan besi tikar secara permanen.

“Dalam hal itu, pihak rekanan diduga ingin meraup keuntungan besar tanpa mengedepankan kualitas pekerjaan. Ada kesan keberhasilan rekanan memasang ranjau di badan jalan,” ungkapnya

Sejumlah warga pengguna jalan mengaku harus ekstra hati-hati karena besi-besi cor-coran yang menyembul sangat membahayakan. “Takutlah, apalagi anak-anak yang baru belajar naik sepedamotor,” sebut seorang pengendara sepedamotor.

Pantauan Wartawan Koran ini, hampir di sepanjang jalan tersebut kondisi cor-coran semen sudah rusak dan menyisakan besi tikar tanpa pelapis. Sisa besi-besi tersebut menyembul dan membahayakan pengguna jalan. Guna mengantisipasi kejadian warga melempangkan besi dan memberi tanda agar keberadaan besi terlihat. Warga meminta Pemkab Batubara segera melakukan perbaikan badan jalan sebelum jatuh korban. (wan/rah)

Bagikan: