Sudah Seminggu Pemukiman Warga Terendam

Bagikan:
Anak-anak bermain di lokasi ruas jalan yang tergenang air akibat banjir dan luapan parit ditambah air pasang laun yang naik.

MetroAsahan.com, BATUBARA – Sudah seminggu pemukiman warga di dua dusun di Kabupaten Batubara yakni Dusun IX, Kampung Besar dan Dusun X Meriam, Desa Nenassiam, Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara masih terendam banjir.

Kades Nenassiam Muhammad Khairul bersama BPD dan Masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Peduli Lingkungan (Kopel) turun kelokasi banjir. Untuk mengatasi banjir pihaknya telah membuka saluran yang ditutup oleh pengusaha tambak yang ada di Dusun IX, Kampung Besar.

“Sekarang airnya sudah agak surut karena saluran pembuangan air yang ditutup pihak tambak sudah kami buka,” ujar Khairul.  Menurutnya ada sebanyak 30 puluh rumah yang ada di Dusun IX, Kampung Besar dan Dusun X Meriam, Desa Nenassiam Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara kini masih terendam.

Hal itu juga sudah disampaikan kepada pihak kecamatan dan juga kabupaten.”Ada 30 rumah yang terendam banjir dan ini sudah saya sampaikan dan baru Pak Camat yang turun, kalau dari kabupaten belum ada yang turun,”  kata Kades, Kamis (20/9) di lokasi banjir.

Ditanya apakah para korban banjir akan dilakukan evakuasi dan dirinya menjawab korban tidak perlu diungsikan karena air yang masuk ke dalam rumah warga hanya sebatas pergelangan kaki orang dewasa.

“Kami sudah kelokasi dan warga juga tidak mau mengungsi karena airnya tidak terlalu dalam,” terang kades.

Sementara Ketua BPD Nenassiam Juliaddin menambahkan karena adanya penutupan saluran air pembuangan ke laut oleh pengusaha tambak maka mengakibatkan air yang menggenangi rumah warga menjadi terhambat turun ke laut
“Karena ditutup oleh pihak tambak Prima makanya air di sini tergenang, tapi tadi kami bersama kades sudah membuka saluran yang ditutup makanya nampak surut, kalau tidak dibuka mungkin air tersebut tidak akan surut,” tambah Juliaddin.

Sedangkan Wakil ketua Kopel Batu Bara Ucok Keribo yang juga aktivis Gemkara Divisi Medang Deras mengatakan penyebab banjir dikarenakan meluapnya air dari sungai Sei Suka dan ditambah dengan tanggul yang pecah,
“Kami sudah melihat penyebab banjir dan ini sering terjadi dan ini paling lama sampai 7 hari dan juga karena ada tanggul yang pecah,” ujar Ucok Keribo.

Pantauan wartawan banjir yang melanda 2 dusun yang ada di Desa Nenassiam itu pada rumah warga masih terbilang aman.

Namun Warga sangat mengharapkan kepedulian dari Pemkab Batubara dan dapat turun kelokasi guna mengantisipasi adanya penularan penyakit dan memberikan bantuan.

Bagikan: