Jadi TKI di Malaysia, Warga Batubara Dipaksa jadi PSK dan Makan Nasi Basi

Bagikan:
Ilustrasi

MetroAsahan.com, BATUBARA – Niat PU (30) warga Batubara menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia berbuah petaka. Sejak keberangkatannya 20 Oktober 2017, ibu dari 3 anak ini mendapat perlakuan tidak wajar dari calo yang memberangkatkannya berinisial AN dan BM warga Simpang Empat Asahan.

Di Malaysia ia diberi makan sayur dan nasi basi dan dipaksa jadi pekerja seks komersial (PSK). Menurut Azhari abang kandung PU, dirinya mendapat informasi dari PU yang mengaku jika PU saat ini terlantar di Malaysia.

Di Malaysia PU dipaksa memakan makanan yang sudah tidak layak dimakan (makanan basi) dan dijadikan pelacur. Selanjutnya, PU dengan teman lainnya lari untuk menghindar dari perlakuan kasar 14 orang pria.

Azhari mengatakan, awal keberangkatan PU ke Malaysia karena PU dijanjikan bekerja di rumah makan. Namun kenyataan yang dialami PU dirinya diperlakukan tidak manusiawi di Malysia.

Terpisah Kakan Imigrasi Tanjungbalai-Asahan Huntal H Hutahuruk melalui Kasubsi Informasi, Azis, menyebutkan, setiap pengurusan pasport harusnya langsung yang bersangkutan yang mengurusnya jangan ada melalui calo.

“Kita akan selidiki siapa oknum yang ikut berpihak kepada calo yang mengurus pasport tanpa prosedur,” ucapnya.

Azis menyebutkan, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) hanya satu yang terdaftar resmi di Imigrasi yaitu orangnya di Tanjungbalai. (syaf)

 

Bagikan: