Wanita Itu Ternyata Korban Pembunuhan Tetangga, Satu Warga Batubara Terlibat

Bagikan:
Manager PT Domas, Muhajir yang ditemukan tewas dengan kondisi kaki dan tangan terikat.

MetroAsahan.com, WANITA yang ditemukan dengan kondisi membusuk dan mengapung di Perairan Pulau Pandan, Kabupaten Batubara dua hari lalu, ternyata korban pembunuhan tetangganya sendiri.

Korban bernama Suniati (50), warga Kabupaten Deliserdang. Dia merupakan istri Muhajir (49), Manajer PT Domas.

Muhajir sendiri adalah korban penculikan dan pembunuhan. Demikian juga istri dan putranya M Solihin. Namun, kasus pembunuhan sekeluarga ini mulai menemukan titik terang. Polisi kini telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pembunuhan keji tersebut.

“Total ada tiga tersangka, masing-masing berinisial AG, RO dan DN,” ujar Kapolres Deliserdang AKBP Edy Suranta Tarigan.

Disebutkan Edy, dari tiga orang tersangka yang ditetapkan baru satu yang berhasil diamankan yakni berinisial DN. “DN tidak ada hubungannya dengan korban. Dia dibawa oleh tersangka (AG) yang satu lagi,” sebutnya.

Mengenai motif pembunuhan kasus ini, Edy menyatakan belum bisa diungkap lantaran dalang utama kasus tersebut belum ditangkap.

“Dari tiga tersangka, ada yang merupakan warga Batubara (RO) dan Tanjung Morawa (DN). Untuk peran tersangka nanti kita ketahui setelah rekonstruksi. Jadi, dia yang penting ikut serta dalam kasus itu,” sebut Edy.

Ia menambahkan, untuk tersangka DN akan dijerat dengan Pasal 338 dan 340 KUH Pidana. “Sekarang tersangka (DN) sudah kita tahan,” tandasnya.

Seperti diketahui kasus ini terungkap saat penemuan mayat Muhajir dengan kondisi kaki dan tangan terikat. Beberapa hari berikutnya putranya juga ditemukan di Sungai Blumai dengan kondisi yang sama.

Sementara itu, sang istri ditemukan dengan kondisi membusuk mengapung di Perairan Pulau Pandan, Kabupaten Batubara tiga hari lalu.

Dessy Rahmawati, anak sulung Muhajir yakin betul jasad perempuan di perairan Batubara itu adalah ibunya, Suniati (50).

Dessy yakin setelah melihat beberapa tanda yang identik dengan ibunya. Namun tim forensik masih melakukan identifikasi.

Sebelumnya, Kapolres Deliserdang AKBP Edy Suranta Tarigan mengatakan, dua jenazah yang ditemukan di Perairan Batubara dipastikan untuk jenazah perempuan adalah istri dari Muhajir. Sedangkan, jenazah laki-laki diduga tersangka kasus pembunuhan.

“Jenazah yang perempuan itu istri dari Muhajir. Sementara yang mayat laki-laki, diduga tersangka yang kita cari. Akan tetapi, masih perlu kita dalami lagi,” kata Edy.

Motifnya Karena Dendam

Kapolres Deliserdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan melalui Kasat Reserse Kriminal Umum Polres Deliserdang, AKP Bayu Putra Samara menjelaskan, penyelidikan dan pengejaran tersangka terus dilakukan. Mereka dibantu oleh Unit Kejahatan dan Tindakan Kekerasan (Jahtanras) Polda Sumut.

Usut punya usut, ternyata para pelaku masih merupakan tetangga korban. Sehingga disimpulkan sementara motifnya karena dendam.”Eksekusi di rumah korban. Di bunuh di rumah dan di buang terpisah,” tandasnya.

Sementara M Solihin yang ditemukan pada Minggu (14/10). Lokasinya berada di aliran Sungai Belumai, Deli Serdang. Tidak jauh dari lokasi penemuan jasad Muhajir di Dusun I, Tungkusan, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang, Kamis (11/10).

Muhajir bersama Suniati serta anak mereka M Solihin dilaporkan hilang. Ketiganya hilang dari rumah mereka di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10).

Desy Rahmawati, sang anak yang pertama kali mengetahui keluarganya hilang. Muhajir terakhir terlihat Senin (8/10) malam. Keesokan paginya, Desy menelepon orang tuanya. Namun berkali-kali panggilannya tak mendapat jawaban.

Desy pun mendatangi kediaman orangtuanya. Di dalamnya kosong. Telepon genggam dan dompet orangtuanya sudah ditemukan. Dia langsung membuat laporan ke Polsek Tanjung Morawa. (fir/pra/JPC/pjks/ma)

Bagikan: