BPN Diminta Usut Pungli Oknum Kades Tanjung Mulia

Share this:
Ilustrasi

LABUHANBATU – Direktur Aliansi Setrata Rakyat Nasional (Astran) Regional Sumatera Zulfan Azhari Siregar meminta agar pihak Badan Pertahanan Nasional (BPN) Labuhanbatu tidak bungkam (tutup mulut) terhadap kasus pungli yang dilakukan oknum kepala desa.

Hal ini dikemukakannya menyikapi pemberitaan Metro Asahan dalam hal dugaan pungli pengurusan SHM Prona dan PTSL di Desa Tanjung Mulia Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhabatu Selatan, yang diduga dilakukan oleh Kades dan kroninya, per sertifikat dengan tarif bervariasi antara Rp2,5 juta sampai dengan Rp5 juta.

“Kasus-kasus seperti itu menodai niat Presiden Joko Widodo untuk mengukuhkan hak atas tanah kepemilikan rakyat,” ujarnya, Minggu (19/5).

Oleh pihak Astran, disinyalir bahwasanya, permainan-permainan seperti ini bisa saja terjadi manakala Kades berkolusi dengan orang-orang kaya, pemilik lahan yang luas, bahkan hingga ratusan hektare.

“Bagi pemilik lahan seperti itu, membayar hingga Rp10 juta per sertifikat itu mengutungkan. Akan tetapi merugikan terhadap negara, apalagi kalau BPJTB tanah tersebut juga ikut dimainkan. Nah, kalau hal itu yang terjadi, jelas ada indikasi korupsi dan kerugian negara,” terangnya.

Oleh karenanya, sambungnya, pihak BPN Labuhanbatu bisa dianggap terlibat, bilamana tidak berusaha membersihankan masalah tersebut.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Oknum Kepala Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, diduga mengutip dana Rp5 juta hingga Rp6 juta terkait pembuatan sertifikat tanah prona yang telah berlangsung dari tahun 2013 hingga 2016.

Hal di atas berdasarkan pengakuan beberapa warga Desa tanjungmulia yakni, AA, TW, N. Mereka mengaku telah dikutip biaya terkait pembuatan serifikat tanah prona dengan besaran harga yang berfariasi mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per persil (per sertifikat). Sementara, Kades Tanjung Mulia MN ketika dikonfirmasi, beberapa waktu lalu, menyangkal tudingan tersebut. “Itu informasi tidak benar, dan saya tidak melakukan itu, mudah-mudahan,”  katanya MN. (zas/ahu)

Share this: