Diduga Gelapkan Dana Bansos Rp 6 juta, Polisi akan Panggil Kordinator RTLH

Share this:
Warga menandatangani surat pengaduan ke Polres Asahan terkait dugaan penggelapan dana RTLH di Desa Lestari.

METROASAHAN.COM, Dugaan penggelapan Dana Rumah Tak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp 6 juta per satu kepala keluarga di Desa Lestari, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, sedang dilidik polisi.

Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK  mengaku akan memanggil si terlapor terkait dugaan penggelapan Dana RTLH. “Akan kita panggil oknum terlapor,” jelasnya.

Informasi dihimpun dari warga, Herta dan Asper Pasaribu menjelaskan, masyarakat Desa Lestari mengaku telah menyurati secara resmi Kapolres Asahan terkait dugaan penggelapan dana RTLH.

“Pada Desember 2018 lalu kami disuruh ke Bank oleh MST untuk mengambil dana bantuan RTLH dari Dinas Sosial Kabupaten Asahan sebesar Rp 6,5juta. Usai menerima uang, kami diarahkan oleh MST ke suatu ruangan desa untuk memberikan uang bantuan itu kepadanya Rp 6,5 juta kemudian ia mengembalikan kepada warga uang yang kami berikan sebesar Rp 500ribu kepada kami dengan alasan akan dibelikan material bangunan RTLH kepada masyarakat yang telah menyetor dengan janji pada Juli 2018 semua kebutuhan RTLH akan dikembalikan ke warga. Namun faktanya hingga Agustus 2019 kami hanya diberikan satu daun pintu dan empat jendela. Hal ini kami anggap sebagai penipuan, makanya kami minta Polres Asahan mengusut dugaan penggelapan uang kami,” kata Herta didampingi Asper Pasaribu.

Senada juga dikatakan Rudi, saat itu dirinya lari dari arahan MST. Begitu cair uang itu dari Bank saya tak mau setorkan uang yang saya terima kepada MST jadi uang saya terima Ro 6,5 juta dan buku tabungan saya tidak diambil MST. Nyatanya aman-aman saja kok saya. “Bisa dikatakan arahan pendampung RTLH itu hanya akal akalan saha untuk mengambil uang masyarakat,” ungkap Rudi.

Sementara itu Sekcam Buntu Pane R Rambe menambahkan kebijakan Mutofa itu bisa saja langkah pencegahan dan upaya memaksimalkan realisasi Dana RTLH. “Manatau setelah diberi uang masyarakat tidak membelikan material bangunan,” kata Rambe.

Camat Buntu Pane Ruslan Sitorus SH menjawab awak media di kantornya, Kamis (8/8) mengatakan, akan memanggil kordinator RTLH. “Topa dan Paino selaku koordinator RTLH se-Kecamatan Buntu Pane telah kita panggil ke kantor camat untuk mempertanggung jawabkan pekerjaannya yang diadukan ke Masyarakat Desa Lestari,” kata Ruslan. (zas/rah)

Share this: