Jadikan Momen Harkitnas Perkokoh Persatuan

Share this:
Sekretaris MUI Labura yang juga Sekretaris PD Al Washliyah Labura Asbin Pasaribu.

LABURA – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 ini hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum memperkokoh persatuan bangsa. Karena persatuan merupakan modal utama dalam membangun negara.

Demikian dikatakan Sekretaris PD Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu Utara Asbin Pasaribu kepada Antara, Senin (20/5). “Di tengah terjadinya polarisasi pasca pemilu sekarang, kita berharap peringatan Harkitnas dapat menyadarkan kita tentang pentingnya persatuan,” katanya.

Pria yang juga Sekretaris PD Al Jam’iyatul Washliyah itu juga menyebutkan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja. “Perbedaan itu adalah rahmat,” kata alumni Fakultas Taribyah IAIN Medan tersebut.

Namun perbedaan pendapat, imbubnya, jangan malah memicu perpecahan di tengah bangsa dan masyarakat. Seharusnya perbedaan itu diambil hikmahnya bagi pihak-pihak yang berseberangan pendapat serta pandangan.

Bagi pemenang, kritikan yang muncul diharap dapat menjadi bahan instrospeksi dalam memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi. Karena tanpa adanya kritik, bisa saja pemenang merasa apa yang dilaksanakan benar seluruhnya, sebutnya.

Terkait dengan isu kecurangan pada pemilu serentak, khususnya pemilihan presiden yang beredar belakangan ini, Asbin berharap agar menunggu hasil yang dikeluarkan KPU sebagai lembaga resmi penyelenggara. Jika ada hal-hal yang tidak sesuai, ada jalur yang dapat ditempuh.

“Atas berbagai tudingan yang diarahkan kepada penyelenggara, KPU juga harus berupaya agar bersikap netral dan profesional sebagai pihak penyelenggara pemilu serentak yang pertama kali dilaksanakan ini,” harap pria yang juga merupakan Kepala MTsN Aeknatas tersebut.

Sebelum mengakhiri keterangannya, Asbin berharap kegiatan yang dikabarkan akan berlangsung di Jakarta pada 22 Mei nantinya tidak sampai merusak tatanan persatuan dan kesatuan yang terjalin selama ini. “Karena jika terjadi perpecahan atau konflik berkepanjangan, yang rugi adalah masyarakat kita sendiri,” pungkasnya. (ant)

Share this: