Kapal Terlilit Tali lalu Tenggelam, ABK Tewas

Share this:
Kapal Terlilit Tali

SEORANG Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Centralindo tewas, setelah kapal yang ditumpanginya tenggelam, Selasa (2/7) lalu sekira pukul 10.00 WIB. Menurut informasi yang diperoleh, kematian pria bernama Maringot Hutabarat tersebut terjadi saat mereka bekerja di tengah perairan Teluk Dalam.

Saat itu, ada beberapa sampan atau kapal kecil yang bekerja menyambung tali yang akan digunakan membuang tuasan. Setelah masing-masing sampan selesai mengikatkan tali, dia dan rekan kerjanya yang lain, yang berada di sampan berbeda, kembali ke KM Centralindo. Namun, hanya sampan Maringot yang tidak tampak saat itu. Rekannya yang mengetahui itu kemudian bergegas kembali ke lokasi sebelumnya. Mereka pun kaget melihat sampan yang ditumpangi Maringot sudah tenggelam.

“Maringot ini bekerja bersama rekannya bernama Supriadi, mereka bertugas menarik tali menggunakan sampan sepanjang kurang lebih 1 mil dari posisi KM Centralindo. Setelah tali tersambung, semua sampan kembali merapat ke KM Centralindo. Namun, lebih kurang berjarak setengah mil, Maringot tidak nampak. Mereka kemudian berusaha mendekat pada posisi Maringot sebelumnya. Ditemukan, sampan sudah tenggelam,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangannya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramdhansyah Sormin, Kamis (4/7).

Menurut keterangan saksi yang merupakan rekan kerja Maringot, penyebab sampan tenggelam, karena tali yang mengikat tuasan pada sampan Maringot menggumpal, tidak terurai. Sehingga, gumpalan tali tersebut menarik sampan masuk ke dalam air.

“Korban ditemukan dalam keadaan lemas, ditolong oleh rekannya sambil berenang,” ungkapnya.
Kemudian masih kata Sormin, KM Centralindopun merapat dan menaikan korban ke atas kapal. Para ABK lain sempat melakukan pertolongan dengan memberikan nafas buatan pada Maringot. Namun sayang, nyawanya sudah tidak dapat tertolong. “Sekira pukul 11.30 WIB korban, korban meninggal dunia,” pungkasnya.

Akhirnya, para ABK berusaha menarik sampan yang tenggelem dan menaikkannya ke atas KM Centralindo dan kembali ke Sibolga. “Mereka tiba di Sibolga, Kamis (4/7) sekira pukul 08.30 WIB,” kata Sormin.

Jenazah pria yang merupakan warga Lingkungan X Desa Prancis, Kecamatan Badiri, Tapteng, tersebut kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pandan. Setelah divisum, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka. “Tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” tandasnya.(ts)

Share this: